Opini  

Pembentukan Prilaku Karyawan Sebagai Strategi Peningkatan Keunggulan Bersaing

Riska Saputri Wibowo
STIE Pembangunan, Tanjungpinang, Indonesia

Email : saputririskaa31@gmail.com 

 
Keberadaan kapasitas sumber daya yang ada pada perusahaan bahkan di Indonesia masih sangat jauh dari segi kualitas dan kapasitas kerja. Keberadaan ksryawan secara umum di Indonesia seringkali tidak bergantung pada kebutuhan pasar maupun harapan akan pengetahuan, prestasi, atau keterampilan. Banyak ahli yang meyakini bahwa keadaan ini sendiri disebabkan oleh faktor perilaku karyawan. Buruknya lagi, di dalam sebuah perusahaan manajer hanya mementingkan sebagian karyawannya dan hanya fokus pada kemampuan dan motivasi perusahaan untuk berkembang.
Di sisi lain, secara praktek terjadi penyalahgunaan sumber daya manusia sehingga sumber daya manusia yang memang berpotensi tersisihkan dari posisi yang seharusnya ditempati sehingga mereka tidak lagi memiliki prestasi yang menonjol. Dengan kondisi atas kualitas sumber daya manusia yang dimiliki maka organisasi tersebut tidak akan mampu menghadapi persaingan dan mengembangkan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan sehingga perusahaan tidak mampu untuk bertahan dan menjamin mampu bersaing di pasar. 
Karyawan merupakan salah satu bagian yang dimiliki perusahaan sehingga perusahaan memiliki keuggulan kompetitif di pasar global yang kita tahu bahwa pasar sangat sensitif terhadap kualitas layanan suatu produk atau jasa. Manajer perusahaan harus melihat unsur manusia yang paling khas dari bisnis, seperti budaya, kepemimpinan, dan karakter untuk mendapatkan dan mempertahankan keunggulan kompetitif. 
Beberapa upaya yang dapat dilakukan manajemen untuk mampu menciptakan keunggulan bersaing melalui pembentukan perilaku karyawan adalah 
1.) Merekrut karyawan
Perusahaan harus mampu memungkinkan untuk mengidentifikasi adan memilih orang orang yang memenuhi kebutuhan organisasi. Untuk memperoleh karyawan yang berkualitas maka dalam perekrutan karyawan perusahaan dapat memberikan konspensasi yang menarik, gaji yang adil, serta manfaat yang fleksibel dan itensif yang menarik. Perusahaan harus melakukan proses seleksi termasuk wawancara. Wawancara adalah sumber signifikan dari informasi tentang calon karyawan. Wawancara ini bertujuan agar perusahaan  lebih tau informasi mendalam serta kualifikasi yang jelas dengan spesikasi yang dibutuhkan oleh organisasi atau perusahaan. Untuk mendapatkan karyawan baru yang memiliki kualitas tinggi maka tim secara mendalam memiliki referensi dasar yang tepat untuk dijadikan alat bahan wawancara.
2.) Retensi Karyawan
Retensi karyawan merupakan strategi organisasi untuk mempertahankan karyawan yang potensial dimiliki oleh organisasi untuk tetap loyal kepada organisasi. Retensi karyawan merupakan salah satu kunci pertama dari seluruh sumber daya perusahaan. Dikarenakan  sebagai salah satu upaya untuk mepertahankan karyawan dalam organisasi. Strategi retensi karyawan mengarah pada komunikasi karyawan yang efektif pada gilirannya memberikan komitmen dan meningkatkan kinerja tenaga kerja.
3.) Memotivasi karyawan
Memotivasi karyawan merupakan tugas tersendiri dari manajer sumber daya manusia. Motivasi yang baik akan membantu karyawan bekerja secara efektif. Jika karyawan tidak termotivasi maka akan terlihat pada prestasi kerja mereka. Ketika orang termotivasi dan terinspirasi, mereka menjadi lebih kreatif dan produktif serta cenderung melepaskan hal-hal yang menghambat proses kerja. Perusahaan harus menyadari bahwa tidak semua karyawan termotivasi oleh hal yang sama. Oleh karena itu, manajer harus mencoba sejumlah teknik berbeda untuk mencapai motivasi karyawan yang maksimal. Langkah pertama yang perlu dilakukan bisnis adalah membangun hubungan positif melalui komunikasi langsung.
4.) Perilaku karyawan
Karyawan memiliki peran penting dalam manajemen organisasi yang efektif. Bagaimana orang berinteraksi satu sama lain membantu menentukan keberhasilan suatu organisasi. Munculnya Internet dan berbagai bentuk komunikasi telah menyebabkan penurunan jumlah interaksi yang dapat menimbulkan masalah miskomunikasi dalam organisasi. Kekhawatiran mengenai penurunan interaksi manusia dengan penggunaan komunikasi elektronik semakin meningkat, juga akan menyebabkan kerusakan pada infrastruktur organisasi. Secara umum manajemen yang efektif adalah manajemen yang mapu menciptakan produktivitas.
5.) Mempromosikan perubahan positif 
Untuk mendorong perubahan para manajer menggunakan metode perencanaan. Dengan perubahan teknologi saat ini, rencana harus fleksibel,harus terus dipantau dan direvisi. Ini disebut strategi perubahan yang diterapkan oleh manajer ketika tantangan baru muncul. Karyawan perlu diberi informasi secara rinci mengenai perubahan yang akan terjadi dan mengapa perubahan tersebut diperlukan. Jika karyawan merasa dihormati, mereka akan lebih berpikiran terbuka terhadap perubahan. Perubahan pasti terjadi dalam organisasi saat ini dan manajer harus memiliki keterampilan komunikasi yang baik untuk membangun keterampilan perencanaan dan mendukung karyawan agar perubahan dapat terjadi dengan sukses. Hal ini penting untuk mempersiapkan karyawan dalam organisasi untuk memastikan mereka terlibat dalam perubahan agar berupaya mencapai tujuan organisasi. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *