TANJUNGPINANG – Pemerintah Kota Tanjungpinang menyiapkan transformasi besar dalam penyaluran bantuan dan layanan publik melalui Program Bima Sakti Kartu Berbenah. Program ini akan mengintegrasikan seluruh penerima data manfaat ke dalam satu basis data digital berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari penguatan sistem one single data entry yang ditujukan untuk memperbaiki akurasi data penerima bantuan sekaligus menyatukan berbagai layanan lintas sektor dalam satu sistem terintegrasi.
Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, mengatakan pemerintah saat ini masih melakukan pemutakhiran data serta menyiapkan regulasi sebagai dasar penerapan sistem tersebut. Ia menargetkan Kartu Berbenah resmi diluncurkan pada Agustus 2026.
“Semua data penerima manfaat kita satukan dalam satu sistem. Jadi cukup satu kartu saja, masyarakat tidak perlu lagi mengurus berulang-ulang untuk mendapatkan layanan,” kata Lis, Selasa (21/4).
Melalui Kartu Berbenah, berbagai layanan pemerintah seperti kesehatan, pendidikan, bantuan sosial, hingga pemberdayaan ekonomi UMKM akan terhubung dalam satu sistem data terpadu berbasis digital. Masyarakat nantinya cukup menggunakan satu kartu untuk mengakses seluruh layanan tersebut.
“Ke depan tidak lagi diperlukan surat pengantar atau proses administrasi yang berulang. Cukup scan kartu, seluruh data penerima akan langsung muncul dalam sistem,” tambah Lis.
Program ini juga diarahkan untuk mempercepat proses pelayanan publik serta mengurangi potensi duplikasi dan ketidaktepatan sasaran penerima bantuan. Penyaluran bantuan akan diarahkan secara non-tunai melalui mekanisme perbankan agar tercatat dalam sistem digital.
Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, menjelaskan implementasi program ini akan melibatkan sejumlah perangkat daerah. Di antaranya Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.
“Seluruh OPD akan terintegrasi dalam satu sistem data Kartu Berbenah. Saat ini kami sedang menyiapkan aspek teknis serta tahapan peluncurannya,” ujar Zulhidayat.
Ia menambahkan, Dinas Sosial akan menjadi garda terdepan dalam penentuan penerima bantuan sosial. Sementara Dinas Pendidikan akan mengintegrasikan program seperti Program Indonesia Pintar (PIP) ke dalam sistem tersebut.
Kepala Dinas Sosial Kota Tanjungpinang, Endang Susilawati, menyampaikan pihaknya telah menyiapkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis utama program. DTSEN merupakan integrasi data berbasis NIK yang menggabungkan DTKS, P3KE, dan Regsosek untuk memastikan penyaluran bantuan sosial lebih tepat sasaran.
“Data sudah tersedia dan dikelola oleh operator. Kami siap mendukung pelaksanaan program ini,” ujarnya.
Program Bima Sakti melalui Kartu Berbenah yang digagas Wali Kota Lis Darmansyah bersama Wakil Wali Kota Raja Ariza ini bertujuan membangun basis data terpadu penerima bantuan daerah. Target lainnya adalah mengurangi duplikasi dan kebocoran data, meningkatkan efektivitas penyaluran bantuan, serta menyediakan dashboard pengambilan keputusan bagi pemerintah daerah.
Selain itu, sistem ini juga mengintegrasikan seluruh program bantuan lintas OPD agar lebih terkoordinasi dalam satu ekosistem data.
Dari sisi manfaat, penerima bantuan akan memiliki identitas yang valid dan terverifikasi. Data tersusun secara sistematis dan riwayat penerimaan bantuan tercatat dalam sistem digital.(Tri)














