ANAMBAS – Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (PD IWO) Kabupaten Kepulauan Anambas periode 2026-2030 resmi…
Redaksi195 Posts
24.498 Masker Dibagikan Pemkab Anambas, Mitigasi Dampak Kabut Asap Lintas Batas Dimulai dari SDN 001 Tarempa
ANAMBAS – Sebanyak 24.498 masker dibagikan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas sebagai langkah mitigasi dini terhadap…
Wali Kota Tanjungpinang Serahkan Langsung Kartu Bima Sakti ke Rumah Warga
TANJUNGPINANG – Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah menyerahkan langsung Kartu Bima Sakti dan paket sembako…
Wabup Anambas: Evaluasi MTQ Jangan Berhenti di Forum, Kelemahan Hari Ini Harus Dieksekusi
ANAMBAS – Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu Febri Gunadian, S.E., memimpin Rapat Evaluasi Pelaksanaan…
Aturan Pakaian Dinas Dishub dan BPBD Anambas Harus Sesuai Aturan Mendagri
ANAMBAS – Sekda Kepulauan Anambas, Sahtiar, S.H., M.M., memimpin rapat pembahasan aturan pakaian dinas tertentu…
Gudang Rongsokan di Tanjung Unggat Terbakar, Warga Panik
TANJUNGPINANG – Gudang rongsokan di Jalan Dermaga, Tanjung Unggat, Tanjungpinang, terbakar Rabu siang, 2 September…
800 Kg Ketamin Digagalkan di Anambas, Bupati Aneng Hadiri Rilis di Polda Kepri
BATAM –Sebanyak 800 Kg narkotika jenis Ketamin HCl berhasil digagalkan penyelundupannya di perairan Kepulauan Anambas. Kasus ini dipaparkan dalam konferensi pers di Gedung Lancang Kuning Polda Kepri Batam, Selasa (01/09/2026). Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, hadir dalam konferensi pers tersebut sebagai bentuk dukungan Pemkab Anambas terhadap pemberantasan narkoba lewat jalur laut. Penangkapan dilakukan melalui Operasi Laut Gabungan yang melibatkan BNN RI, Bareskrim Polri, Bea dan Cukai, dan Polda Kepri. Petugas menangkap Kapal Fuchangxing 1 yang membawa 800 Kg Ketamin. Kabareskrim Polri Komjen Pol Syahar Diantono mengatakan, pengungkapan ini membuktikan Kepri aman dan kondusif untuk investasi, namun tegas terhadap penyelundupan. Kasus ini berawal dari analisis penyelundupan 1,3 ton Ketamin di Berakit. Petugas kemudian mencurigai Kapal Fuchangxing 1, kapal kargo berbendera Kongo yang sering ganti nama dan jarang sandar, diduga menggunakan modus ship to ship. Pada 19 Agustus 2026, kapal tersebut terpantau bertemu dengan Kapal MISI di perairan Vietnam dengan AIS dimatikan. Tim gabungan lalu melakukan pengejaran. Satu tim berangkat dari Dermaga 99 Batam dengan Kapal BC 30005 mengejar Fuchangxing 1, tim lain dari Letung Anambas dengan BC 30002 mengejar Kapal MISI. Operasi ini menjadi bukti pentingnya sinergi antar lembaga untuk mempersempit ruang gerak sindikat narkoba di wilayah perbatasan.
Anambas Gandeng Bandara Batam Kebut Konektivitas Penerbangan
Batam – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas bertemu dengan PT Bandara Internasional Batam (BIB) di Batam, Sabtu 30 Agustus 2026. Pertemuan ini membahas rencana pengembangan penerbangan langsung Batam – Anambas. Bupati Anambas, Aneng, mengatakan konektivitas udara adalah kebutuhan mendesak. Selama ini akses ke Anambas masih terbatas, sehingga berpengaruh pada mobilitas warga, wisatawan, hingga masuknya investor. “Dengan konektivitas yang semakin baik, mobilitas masyarakat lebih mudah, kunjungan wisatawan meningkat, dan peluang investasi terbuka,” kata Aneng. Saat ini penerbangan Batam – Letung Anambas sudah ada, dilayani Wings Air 4 kali seminggu, yakni Senin, Rabu, Jumat dan Minggu. Pemkab Anambas ingin konektivitas ini diperkuat agar lebih efektif dan berkelanjutan. Koordinasi ini juga membahas potensi penumpang, kebutuhan masyarakat, dan dukungan untuk pariwisata bahari dan perikanan yang menjadi andalan Anambas. Pemkab Anambas berharap sinergi dengan Bandara Hang Nadim Batam bisa menghasilkan langkah konkret untuk membuka akses Anambas yang lebih luas.
Sekda Anambas Minta Pelaporan ProSN Dipercepat, Jangan Tunda Sampai Kepala Daerah Dipanggil
ANAMBAS –Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas, Sahtiar, S.H., M.M memimpin Rapat Persiapan Pelaporan Indikator Kinerja Program Strategis Nasional (ProSN) Semester I 2026 di Ruang Rapat Kantor Bupati di Pasir Peti, Senin (31/08/2026). Dalam rapat itu, Sekda menekankan agar seluruh perangkat daerah disiplin dalam melaporkan ProSN. Ia mengingatkan, jika laporan terlambat atau tidak disampaikan, kepala daerah yang akan dimintai pertanggungjawaban oleh pemerintah pusat. “Jangan sampai garagara kita tidak melaporkan, kepala daerah kita yang kena panggil karena dianggap mengabaikan tugas,” tegasnya. Sahtiar menjelaskan, ProSN tidak hanya soal pembangunan fisik, tapi juga mencakup banyak indikator kinerja lainnya. Karena itu semua OPD harus paham tugas dan kaitannya masing-masing. Rapat ini juga menjadi lanjutan dari pembahasan sebelumnya yang dilakukan via Zoom. Ia meminta agar paparan indikator ProSN disampaikan dengan jelas, sehingga peserta rapat benar-benar paham apa yang dibahas dan apa yang harus dikerjakan. Untuk itu, Sekda meminta OPD memanfaatkan waktu 1 sampai 4 September untuk segera meng-upload data dan dokumen yang sudah disiapkan ke aplikasi pelaporan. “Semaksimal mungkin yang bisa dilakukan, segera di-upload di aplikasi yang sudah disampaikan,” ujarnya. Ia juga meminta agar setiap kendala segera dikomunikasikan dan akan dilakukan monitoring harian untuk melihat OPD mana yang sudah tuntas dan mana yang masih kurang. Menurutnya, percepatan ini bukan untuk membebani, tapi untuk memastikan kewajiban pelaporan program strategis nasional selesai tepat waktu dan koordinasi antar OPD semakin kuat.
126 Regu Padati Jalanan Tanjungpinang di Gerak Jalan 45 Kilometer
TANJUNGPINANG – Jalanan Tanjungpinang dipenuhi peserta Gerak Jalan Proklamasi 45 kilometer, Sabtu (29/8/2026) malam. Total 126 regu diberangkatkan dari Bundaran Tugu Provinsi di Dompak dan bergerak menuju garis akhir di Pelataran Tugu Sirih. Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah melepas langsung ribuan peserta tersebut. Turut mendampingi Wakil Wali Kota Raja Ariza, Sekda Zulhidayat, unsur Forkopimda serta pimpinan OPD Pemko Tanjungpinang. Regu peserta datang dari berbagai latar belakang, mulai dari TNI-Polri, Basarnas, BNPB, KPLP, jajaran OPD, sampai kelompok masyarakat umum. Mereka menempuh perjalanan dalam dua tahap, dengan jeda di Lapangan Dishub dan Lapangan Pamedan. Total waktu tempuh mencapai sembilan setengah jam hingga Minggu pagi. Di hadapan peserta, Lis menekankan pentingnya menjaga nilai kebersamaan. Menurutnya Gerak Jalan Proklamasi bukan sekadar lomba ketahanan, melainkan tradisi Kota Tanjungpinang yang sudah hidup lebih dari lima dekade. Ia meminta peserta menghindari manuver saling mendahului yang berpotensi menimbulkan gesekan. Kegiatan ini harus tetap berada dalam koridor olahraga peringatan HUT ke-81 RI. Untuk menjaga kekhusyukan ibadah, panitia memberikan kelonggaran khusus. Seluruh peserta diperbolehkan berhenti untuk salat Subuh selama 60 menit, mulai 04.45 sampai 05.45 WIB. Panitia memastikan jeda itu tidak mengurangi catatan waktu resmi regu. Imbauan juga disampaikan kepada warga yang menonton di pinggir jalan. Lis meminta masyarakat tidak menutup akses lintasan dan tidak memprovokasi peserta. Ia juga mengingatkan soal kebersihan lingkungan di tengah keramaian. Pemko Tanjungpinang menilai agenda tahunan ini memiliki efek ganda. Selain merawat tradisi kota, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi bagi pelaku usaha lokal. (Wid)
No More Posts Available.
No more pages to load.


