Kapolda Kepri dan Bupati Anambas Salurkan Bansos di Tarempa Timur

Kapolda Kepri, Irjen Pol. Asep Safrudin bersama Aneng, Bupati Anambas

ANAMBAS, PuanKepri.com – Sinergi antara institusi kepolisian, organisasi Bhayangkari, dan Pemerintah Daerah Kepulauan Anambas kembali terwujud melalui penyaluran bantuan sosial di Desa Tarempa Timur, Kecamatan Siantan, Kamis (14/05/2026). Kegiatan yang dipusatkan di TK dan PAUD Rasa Sayang ini dihadiri langsung oleh Kapolda Kepulauan Riau, Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., bersama Ketua Bhayangkari Daerah Kepri, Ny. Detta Asep Safrudin.

Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Anambas, Ny. Sinta Aneng, turut hadir memberikan dukungan moril terhadap inisiatif kemanusiaan tersebut. Turut serta dalam rombongan yakni Kapolres Kepulauan Anambas, Ketua Bhayangkari Cabang Anambas, Camat Siantan, serta unsur pemerintah desa dan tokoh pendidikan setempat.

Sasaran Bantuan: Kelompok Rentan dan Dunia Pendidikan
Bantuan sosial kali ini menyasar spektrum penerima manfaat yang merepresentasikan kelompok rentan sekaligus elemen pendidikan usia dini.

Ny. Detta Asep Safrudin secara simbolis menyerahkan bantuan kepada Rifan, anak penderita hidrosefalus asal Desa Tarempa Timur. Kepedulian terhadap keluarga besar Polri juga ditunjukkan melalui pemberian bantuan kepada Sri Wahyuni, seorang warakauri.

Tidak luput dari perhatian, enam warga lanjut usia yakni Nurjanah, Wahidan, Amah, Sariah, Nuraini, dan Siti Rohani menerima bantuan yang diserahkan oleh jajaran pengurus Bhayangkari Daerah Kepri dan Ketua TP PKK Anambas.

Di sektor pendidikan, rombongan melakukan peninjauan langsung ke PAUD dan TK Rasa Sayang. Sebanyak 9 guru dan 27 murid turut menerima bantuan sebagai bentuk apresiasi terhadap peran mereka dalam membangun fondasi sumber daya manusia sejak dini.

Lebih dari Sekadar Bantuan Material
Kapolda Kepri, Irjen Pol. Asep Safrudin, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak semata dimaknai sebagai distribusi logistik. “Ini adalah manifestasi dari nilai empati institusional. Polri tidak hanya hadir dalam konteks penegakan hukum, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk merawat kohesi dengan masyarakat,” ujarnya.

Senada dengan itu, Bupati Aneng menilai kolaborasi lintas sektor ini sebagai model ideal pembangunan sosial. “Ketika negara hadir melalui berbagai instrumennya, maka yang tumbuh bukan hanya kesejahteraan material, tetapi juga modal sosial berupa kepercayaan dan solidaritas,” kata Aneng.

Secara keseluruhan, bantuan menyasar 44 penerima manfaat dengan rincian: 1 anak penderita hidrosefalus, 1 warakauri, 6 lansia, 9 guru, dan 27 murid PAUD/TK.
Kegiatan ini menjadi refleksi bahwa pendekatan humanis tetap menjadi paradigma penting dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik, khususnya di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis dan sosial tersendiri. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *