Tanjungpinang – Mengantisipasi fluktuasi harga pangan menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melakukan verifikasi lapangan di Pasar Bintan Center, Tanjungpinang, Jumat (15/5/2026).
Inspeksi tersebut dipimpin langsung Sekretaris Daerah Provinsi Kepri, Misni, didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Kesehatan Hewan Rika Azmi serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Riki Rionaldi. Kegiatan ini merupakan bagian dari mekanisme early warning system untuk menjaga daya beli masyarakat dan menekan laju inflasi sektoral.
Dalam peninjauan, rombongan berinteraksi dengan pedagang komoditas strategis seperti hortikultura, protein hewani, dan rempah. Data yang dihimpun menunjukkan tren harga secara umum masih berada dalam koridor stabil, meskipun beberapa komoditas mengalami koreksi naik.
Berdasarkan pantauan per Jumat pagi, harga cabai merah tercatat Rp62.000 per kg, cabai rawit Rp65.000 per kg, bawang Jawa Rp36.000 per kg, bawang India Rp18.000 per kg, tomat Rp25.000 per kg, dan kentang Rp18.000 per kg.
Sementara itu, komoditas protein hewani seperti daging sapi segar berada di level Rp170.000 per kg, daging sapi beku Rp135.000–Rp140.000 per kg, dan daging ayam Rp40.000–Rp42.000 per kg.
Seorang pedagang daging, Tamrin, mengonfirmasi bahwa harga daging sapi belum mengalami penurunan sejak periode Lebaran lalu. “Stabil di angka itu, belum ada penyesuaian,” ujarnya.
Menanggapi temuan tersebut, Sekda Misni menjelaskan bahwa dinamika harga dipengaruhi oleh variabel eksternal yang bersifat multidimensi. “Kenaikan pada sejumlah komoditas merupakan akumulasi dari biaya logistik, struktur harga di tingkat distributor, serta faktor klimatologis yang memengaruhi produksi,” paparnya.
Lebih lanjut, Misni menegaskan bahwa hasil asesmen lapangan ini akan menjadi basis empiris bagi Pemprov Kepri dalam merumuskan intervensi kebijakan. Langkah strategis yang akan ditempuh mencakup optimalisasi distribusi, operasi pasar jika diperlukan, serta koordinasi intensif dengan seluruh stakeholder rantai pasok.
“Menjelang momentum Iduladha, urgensi pemantauan semakin tinggi. Pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok agar tidak terjadi distorsi pasar yang merugikan masyarakat,” tutup Misni.
Kegiatan ini sekaligus merefleksikan komitmen Pemprov Kepri dalam mengimplementasikan prinsip good governance pada aspek ketahanan pangan dan pengendalian inflasi daerah. (*)














