Tanjungpinang, Puankepri.com – Pemerintah Kota Tanjungpinang kembali menunjukkan keseriusannya dalam membenahi sektor pendidikan. Tak sekadar menjalankan rutinitas, Pemko di bawah kepemimpinan Wali Kota H. Lis Darmansyah, S.H mengambil langkah berani dengan menggabungkan empat SMP negeri menjadi dua, demi efisiensi dan mutu pendidikan yang lebih baik.
Kebijakan ini menyasar SMP Negeri 1 yang akan digabung dengan SMP Negeri 3, serta SMP Negeri 5 yang akan dilebur bersama SMP Negeri 15. Ini bukan sekadar soal angka atau administrasi, tapi langkah konkret agar setiap siswa mendapat akses pendidikan yang layak, berkualitas, dan setara.
“Langkah ini bukan untuk mengurangi, tapi justru meningkatkan. Kita ingin kualitas sekolah kita semakin baik, efisien dalam pengelolaan, dan pastinya optimal untuk anak-anak kita,” ujar Wali Kota Lis Darmansyah, Jumat (4/7).
Salah satu alasan mendasar dari penggabungan ini adalah jumlah murid yang minim di beberapa sekolah. SMP Negeri 15, contohnya, hanya menerima 13 murid baru tahun ini. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berdampak pada proses belajar mengajar yang tidak ideal.
“Kalau jumlah siswanya sedikit, tentu tidak efektif. Maka kita ambil langkah strategis. SMP 15 akan digabung dengan SMP 5. Begitu juga dengan SMP 3 dan SMP 1,” tambah Lis.
Langkah ini pun mendapat dukungan penuh dari Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang. Kepala Dinas, Drs. Teguh Ahmad Syafari, menjelaskan bahwa pihaknya tengah menyusun kajian mendalam agar proses merger berjalan mulus dan berdampak positif.
“Kita sedang analisa kelayakan, dari semua aspek. Kita ingin memastikan bahwa setelah merger, pelayanan pendidikan akan lebih kuat dan terintegrasi,” jelas Teguh.
Pendidikan Lebih Merata, Harapan Baru di Dompak dan Tanjungpinang Timur
Selain konsolidasi sekolah, Wali Kota Lis juga berpikir jauh ke depan. Ia menyadari tantangan zonasi di PPDB yang kerap menyulitkan warga, terutama di wilayah padat seperti Tanjungpinang Timur dan Dompak.
“Sudah saatnya kita membangun sekolah baru di Dompak dan Tanjungpinang Timur. Supaya penyebaran sekolah lebih merata, dan warga tidak kesulitan menyekolahkan anaknya,” kata Lis penuh semangat.
Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa Pemko Tanjungpinang tidak tinggal diam menghadapi tantangan pendidikan. Dengan komitmen, data, dan keberanian mengambil keputusan, Wali Kota Lis dan jajaran menunjukkan bahwa reformasi pendidikan bukan sekadar wacana—tetapi benar-benar dijalankan dengan langkah nyata.
Warga pun menyambut baik kebijakan ini. Merger sekolah bukan berarti mengurangi akses, justru menjadi solusi agar setiap anak di Tanjungpinang bisa belajar di lingkungan yang lebih optimal, dengan guru-guru yang tersebar lebih merata dan fasilitas yang digunakan secara maksimal.
Inilah wajah baru pendidikan di Tanjungpinang: lebih terarah, lebih terukur, dan lebih peduli. Langkah cerdas yang layak diapresiasi dan didukung bersama.














