TANJUNGPINANG- Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap tanggal 20 Mei menjadi momentum penting bagi bangsa Indonesia untuk mengingat kembali semangat persatuan dan perjuangan menuju kemerdekaan.
Namun, di balik semangat kebangkitan tersebut, masih ada satu kekuatan bangsa yang sering terabaikan, yaitu peran perempuan.
Menurut Anis Anorita Zaini, aktivis pemberdayaan perempuan dari Kepulauan Riau, perempuan telah menunjukkan kiprah signifikan dalam berbagai bidang kehidupan.
“Perempuan bukan hanya sebagai penggerak keluarga, tetapi juga pemimpin, pendidik, inovator, dan pejuang keadilan sosial,” katanya.
Meski demikian, dalam pandangannya, ruang partisipasi perempuan dalam ranah politik, ekonomi, dan pengambilan keputusan strategis masih belum sepenuhnya setara. Representasi perempuan dalam posisi-posisi tersebut masih jauh dari ideal.
Hari Kebangkitan Nasional seharusnya dijadikan momentum untuk membangkitkan kembali semangat emansipasi dan meningkatkan peran aktif perempuan dalam pembangunan bangsa.
Anis menegaskan pentingnya perempuan untuk menyuarakan gagasan, menyampaikan kritik, serta memberikan solusi atas berbagai persoalan negeri.
“Lebih dari itu, perempuan perlu diberi ruang dan kepercayaan untuk berkarya secara maksimal tanpa sekat dan diskriminasi,” tambahnya.
Kebangkitan Indonesia saat ini bukan hanya soal kemajuan ekonomi dan politik, tetapi juga soal kesadaran bahwa perempuan merupakan bagian tak terpisahkan dari kemajuan bangsa.
Anis menilai, ketika perempuan bangkit, bangsa ini akan melangkah lebih cepat menuju masa depan yang inklusif dan berkeadilan. (*)














