BINTAN, PUANKEPRI.COM – Krisis air bersih di daratan Bintan direspons cepat Pemkab Bintan. Bersama FKPD Bintan, Pemkab mendistribusikan air bersih ke 7 kecamatan sebagai langkah darurat jangka pendek menghadapi kekeringan yang melanda hampir seluruh wilayah.
Krisis diperparah setelah pasokan air PDAM terhenti total akibat blackout listrik sejak Senin pagi (12/10) lalu.
Bupati Bintan Roby Kurniawan langsung mengambil langkah taktis dengan menggelar Rakor bersama FKPD dan OPD Bintan di Kantor Bupati Bintan, Rabu pagi (14/10).
“Tadi pagi kita Rakor bersama FKPD dan OPD, kita sepakati solusi tercepat terlebih dahulu. Siang ini langsung kita distribusikan air bersih ke beberapa titik. Alhamdulillah masyarakat menyambut dengan antusias yang luar biasa. Harapan kita, minimal langkah ini bisa mencukupi kebutuhan di rumah tangga, sembari kita terus koordinasi untuk langkah-langkah strategis berikutnya,” ujar Roby saat meninjau distribusi di Bintan Utara.
Fokus penyaluran di Bintan Utara meliputi Kompleks Telaga Surya, Kampung Mentigi Laut, dan sejumlah titik lainnya. Pemkab memastikan distribusi akan terus berjalan hingga ada skema penanganan permanen.
Untuk memastikan tepat sasaran, Roby meminta Lurah, Kades, hingga RT/RW turun mengkoordinir di lapangan.
“Kita juga minta Lurah dan Kades hingga RT/RW, bantu koordinir di lapangan. Pastikan warga yang memang membutuhkan benar-benar mendapatkan. Tantangan besar ini harus kita jawab dengan tindakan-tindakan konkret dan kolaborasi bersama,” tegasnya.
Secara intelektual, peristiwa ini adalah pelajaran tentang ketergantungan infrastruktur. Ketika listrik padam, air ikut mati. Satu sistem lumpuh, sistem lain ikut kolaps. Di tengah kekeringan, negara tidak boleh hanya hadir dalam rapat, tapi harus hadir dengan tangki air. Kolaborasi Pemkab-FKPD ini adalah contoh konkret bahwa penanganan bencana sosial tidak bisa sektoral.
Di sisi lain, Bupati juga mengimbau masyarakat tetap kompak, solid, dan bijak dalam bermedia sosial di tengah situasi sulit.
“Tetap kompak dan harus solid semuanya. Termasuk juga di media sosial, jangan cepat menerima informasi yang belum jelas sumbernya. Terkait listrik dan lain sebagainya. Bijak menerima informasi agar tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat,” pungkas Roby.














