TANJUNGPINANG – Substansi kemerdekaan dimanifestasikan melalui kohesivitas sosial. Hal tersebut tercermin dalam malam puncak peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia yang diinisiasi oleh kolektif warga RT 01 dan RT 02 RW 03, Jalan Kijang Lama, Kelurahan Melayu Kota Piring, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Sabtu (12/9/2026) malam.
Puncak perayaan tersebut menjadi klimaks dari serangkaian agenda komunal yang telah dikonsolidasikan sejak 6 September 2026.
Hadir mewakili Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura yang berhalangan, Asisten III Setda Provinsi Kepri, Junaidi.
Kehadiran representasi eksekutif provinsi tersebut menegaskan dukungan pemerintah terhadap inisiatif berbasis komunitas.
Dalam orasi kebangsaannya, Junaidi menekankan pergeseran paradigma perjuangan. Jika dulu perjuangan bersifat fisik merebut kemerdekaan, maka kontestasi hari ini adalah mengisi kemerdekaan dengan modal sosial.
“Tugas historis kita hari ini bukan lagi merebut, melainkan menginternalisasi nilai kemerdekaan melalui penguatan solidaritas dan kebersamaan warga,” ujar Junaidi menyampaikan pesan Wagub.
Ia juga memberikan apresiasi tinggi terhadap tata kelola acara yang dinilainya melampaui standar lingkungan RT/RW dan setara dengan skala kecamatan.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Johari Nainggolan, menjelaskan bahwa fondasi acara ini adalah partisipasi. Sebelum malam puncak, panitia telah menggerakkan seluruh elemen warga melalui kegiatan gerak jalan santai massal yang dilengkapi dengan distribusi ratusan doorprize sebagai stimulus kebersamaan.
“Seluruh rangkaian didesain bukan untuk seremoni semata, melainkan untuk merawat simpul sosial antarwarga,” kata Johari.
Acara yang turut mengundang Wali Kota Tanjungpinang, Camat, Lurah, serta jajaran Ketua RT se-RW 03 itu pun menjelma menjadi ruang perjumpaan yang tidak hanya bersifat hiburan, melainkan medium untuk mempererat silaturahmi dan meneguhkan kembali kohesi di tingkat akar rumput. (*)














