TANJUNGPINANG – Kasus dugaan penipuan tiket kontingen Pesparawi Kepri yang gagal berangkat ke Manokwari terus menuai sorotan. Pengamat sosial Kepri, Anis Norita Zaini, yang juga dikenal sebagai Pejuang Provinsi Kepri, menyayangkan kejadian yang merugikan 64 peserta tersebut.
“Kita bicara soal mimpi anak-anak daerah yang sudah latihan berbulan-bulan. Gagal berangkat karena tiket fiktif itu bukan cuma rugi Rp1 miliar, tapi juga rugi moril yang tidak bisa dibayar,” kata Anis saat dihubungi, Jumat (4/7/2026).
Sebagai Pejuang Provinsi Kepri, Anis mendorong Polda Kepri mengusut tuntas aliran dana Rp1.016.300.000 yang sudah ditransfer ke pihak travel. Ia juga meminta Pemprov Kepri melakukan evaluasi total terhadap pihak ketiga yang menangani kegiatan resmi.
“Ini event nasional, bawa nama Kepri. Kalau vendor nakal bisa lolos, berarti sistem pengawasan kita yang harus dibenahi. Jangan sampai tahun depan terulang,” tegasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Ditreskrimum Polda Kepri resmi menaikkan kasus ini ke tahap penyidikan per 1 Juli 2026. Dari total 64 peserta, baru 11 orang yang sempat tiba di Jakarta pada 18 Juni lalu, namun tertahan karena tiket lanjutan ke Manokwari tidak tersedia.
Hingga kini Polda sudah memeriksa 4 saksi dan mengumpulkan 21 dokumen bukti. Belum ada penetapan tersangka.
Anis Norita Zaini, Pejuang Provinsi Kepri, berharap kasus ini jadi momentum pembenahan.
“Kasihan pesertanya. Mereka bukan atlet bayaran, tapi pejuang seni rohani yang bawa nama daerah. Negara wajib hadir memastikan keadilan,” tutupnya. (Wid)














