ANAMBAS – Sinergi pusat-daerah di wilayah perbatasan kembali diperteguh. Bupati Kepulauan Anambas Aneng bersama Wakil Bupati Raja Bayu Febri Gunadian menyambut langsung kedatangan Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Kepulauan Riau, Brigjen TNI Andreas Daru Ismantoro, S.I.Kom. beserta istri di Pelabuhan Sri Siantan, Kecamatan Siantan, Jumat (11/09/2026).
Penyambutan Kabinda Kepri di beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini bukan sekadar seremoni protokoler. Kehadiran pimpinan daerah secara lengkap menjadi sinyal politik bahwa Anambas memandang stabilitas keamanan sebagai prasyarat utama pembangunan.
Dalam prosesi penyambutan, nuansa intelektual dan kultural berpadu. Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Kepulauan Anambas mengalungkan batik cual – wastra kebanggaan Anambas yang ditenun dengan filosofi kelautan – dan memanjatkan doa selamat. Tradisi ini menegaskan bahwa pendekatan keamanan di kepulauan tidak bisa dilepaskan dari akar budaya Melayu.
Turut hadir dalam penyambutan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan OPD, instansi vertikal, serta tokoh adat.
Anambas sebagai kabupaten kepulauan yang berbatasan langsung dengan Laut Natuna Utara memiliki kerentanan sekaligus kekayaan geopolitik. Di sinilah relevansi kunjungan kerja Kabinda Kepri menemukan konteksnya: memastikan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan, penyelundupan, hingga dinamika sosial di pulau-pulau terluar tetap dalam kondisi kondusif.
Bupati Aneng dalam keterangannya menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas menyambut baik kunjungan kerja ini sebagai ruang koordinasi dan silaturahmi strategis. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan BIN Daerah Kepri adalah kunci untuk menjaga Anambas tetap aman, stabil, dan siap menjadi pusat pertumbuhan baru di Kepri.
Kunjungan kerja ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat pertukaran informasi, pemetaan potensi daerah, dan dukungan terhadap agenda pembangunan yang berkeadilan di wilayah 3T.














