ANAMBAS (PuanKepri.com) – Lapangan Sepak Bola Desa Ladan, Kecamatan Palmatak, menjadi saksi bisu sengitnya perebutan tahta juara dalam laga final Turnamen Sepak Bola Desa Ladan ke-54, Sabtu (2/05/2026). Duel panas yang mempertemukan Dusun FC melawan Tebang FC tersebut akhirnya dimenangkan oleh Dusun FC yang keluar sebagai jawara utama.
Kehadiran Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu Febri Gunadian, S.E., menambah kemeriahan penutupan turnamen tahunan yang sudah menjadi tradisi turun-temurun masyarakat setempat ini.

Dalam sambutannya, Raja Bayu tak sekadar memberikan apresiasi formal, namun ia menekankan pentingnya turnamen ini sebagai kawah candradimuka bagi karakter pemuda di Anambas.
“Olahraga bukan hanya soal fisik di lapangan, tapi soal membentuk karakter yang tangguh, disiplin, dan mampu bekerja sama dalam tim. Saya berharap dari lapangan Desa Ladan ini, lahir bibit-bibit atlet potensial yang nantinya mengharumkan nama daerah,” ujar Raja Bayu di depan ratusan pasang mata penonton.
Jalannya Pertandingan Partai final berlangsung dengan tensi tinggi sejak peluit pertama dibunyikan. Baik Dusun FC maupun Tebang FC saling jual beli serangan dengan strategi yang sangat terorganisir. Sorak-sorai suporter yang memadati pinggir lapangan membuat atmosfer pertandingan terasa bak liga profesional.
Meski Tebang FC memberikan perlawanan sengit hingga menit-menit akhir, kedisiplinan pemain Dusun FC berhasil mengunci kemenangan dan membawa pulang trofi juara pertama. Sementara itu, Tebang FC harus puas di posisi kedua setelah menunjukkan performa yang memukau sepanjang turnamen.
Simbol Persatuan Selain sebagai ajang prestasi, Raja Bayu mengingatkan bahwa esensi utama dari Turnamen Desa Ladan ke-54 ini adalah mempererat tali silaturahmi antar-desa di setiap kecamatan yang ikut berpartisipasi.
“Semangat sportivitas dan kekompakan yang kita lihat hari ini jangan berhenti di sini. Bawa semangat ini ke kehidupan sehari-hari untuk membangun daerah yang harmonis,” tambahnya.
Acara kemudian ditutup dengan penyerahan piala tetap, piagam penghargaan, dan uang pembinaan kepada para juara. Turnamen Desa Ladan kembali membuktikan diri sebagai agenda olahraga paling dinanti yang mampu menyatukan masyarakat melalui si kulit bundar.














