ANAMBAS – Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Anambas menjemput langsung Ustadz Dr. H. Das’ad Latif, S.Sos, S.Ag, M.Si, Ph.D di Bandara Matak, Rabu 17 Juni 2026. Penyambutan kemudian berlanjut di Pelabuhan Sri Siantan bersama unsur Forkopimda dan jajaran Pemkab sebagai bentuk penghormatan terhadap dai nasional tersebut.
Setibanya di Pelabuhan Sri Siantan, Ustadz Das’ad Latif menerima prosesi adat Melayu yang dipimpin Lembaga Adat Melayu Kabupaten Kepulauan Anambas. Rangkaian penyambutan diawali dengan pembacaan doa, dilanjutkan pengalungan Batik Cual sebagai simbol penerimaan tamu kehormatan, serta pertunjukan silat tradisional Melayu. Simbol-simbol kultural ini merepresentasikan dialektika antara nilai keislaman dan kearifan lokal yang hidup di Bumi Kayuh Serentak Langkah Sepijak.
Antusiasme publik terlihat sepanjang rute menuju pusat kota. Ratusan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan berjajar di tepi jalan, memberikan sambutan hangat. Fenomena ini menunjukkan adanya resonansi sosial yang kuat antara tokoh agama nasional dengan generasi muda Anambas, sekaligus mencerminkan ekspektasi masyarakat terhadap penguatan literasi keagamaan.
Kehadiran Ustadz Das’ad Latif di Kepulauan Anambas tidak hanya bersifat seremonial. Kunjungan ini menjadi bagian integral dari dua momentum strategis: peringatan Hari Jadi ke-18 Kabupaten Kepulauan Anambas dan penyambutan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Pemerintah daerah memandang momentum ganda ini sebagai instrumen untuk merevitalisasi nilai-nilai spiritual, memperkokoh kohesi sosial, serta meneguhkan ukhuwah Islamiyah di tengah dinamika masyarakat kepulauan.
Konstruksi penyambutan yang memadukan protokol kenegaraan, adat, dan partisipasi publik menegaskan posisi Anambas sebagai entitas daerah yang menjaga harmoni antara identitas keagamaan, budaya lokal, dan agenda pembangunan.














