Anambas, Puankepri.com – Langit cerah dan angin sepoi-sepoi menyambut kehadiran Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, di hamparan sawah yang mulai menguning di Desa Pesisir Timur, Kecamatan Siantan, Senin (26/5/2025). Suasana penuh semangat tergambar jelas di wajah para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani “Kamin Sobeng”. Hari itu bukan hari biasa bagi mereka. Hari itu adalah tonggak sejarah: panen raya pertama padi yang berhasil ditanam dan dipanen di wilayah yang selama ini dikenal sebagai kawasan pesisir kepulauan.
Dengan mengenakan caping dan baju lapangan berwarna cokelat tua, Bupati Aneng turun langsung ke petak sawah, menyabit batang padi bersama para petani. Ia tak ragu menginjak lumpur dan membaur bersama warga. “Ini bukan hanya panen padi, ini panen harapan,” kata Aneng dalam sambutannya yang disambut tepuk tangan petani dan warga sekitar.
Panen ini merupakan hasil dari program ketahanan pangan yang digagas Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas sejak tahun 2024 lalu. Program tersebut menitikberatkan pada optimalisasi lahan tidur dan penguatan kelompok tani lokal. Salah satu yang menjadi pilot project adalah kelompok “Kamin Sobeng”, yang memulai penanaman padi sejak awal Januari 2025 dengan metode pertanian terpadu berbasis kearifan lokal.
Bupati Aneng menjelaskan bahwa keberhasilan panen ini menjadi bukti bahwa Anambas tidak hanya bergantung pada laut. “Selama ini kita identik dengan hasil perikanan dan kelautan, padahal potensi daratan kita juga bisa dimaksimalkan. Ini menjadi awal penting bagi terwujudnya kedaulatan pangan di Anambas,” tegasnya.
Program ini juga mendapat dukungan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan setempat, yang memberikan bantuan bibit unggul, pupuk, pelatihan teknik pertanian modern, hingga pendampingan intensif dari penyuluh pertanian. Hasilnya, dari lahan seluas kurang lebih 2 hektare, kelompok tani mampu memanen sekitar 6 ton gabah kering panen.
Ketua Kelompok Tani Kamin Sobeng, Aji Mukhlis, mengaku bangga dan terharu dengan capaian ini. “Kami dulu pesimis bisa tanam padi di sini. Tapi dengan bimbingan pemerintah dan semangat gotong royong warga, alhamdulillah kami bisa membuktikan bahwa tanah Anambas bisa menumbuhkan padi,” ujarnya.
Lebih dari sekadar panen, kegiatan ini juga menjadi simbol kuatnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Aneng berharap kegiatan ini bisa menginspirasi desa-desa lain untuk ikut mengembangkan pertanian darat sebagai bagian dari diversifikasi ekonomi daerah.
“Ke depan kita akan perluas lahan, kembangkan irigasi mandiri, dan perkuat koperasi tani untuk pemasaran. Tidak ada yang tidak mungkin jika kita kompak dan konsisten,” tutup Aneng.
Panen padi di Desa Pesisir Timur bukan hanya menandai keberhasilan sebuah program, tetapi juga menyulut optimisme baru bagi masa depan Anambas: bahwa di balik ombak dan batu karang, ada ladang subur yang siap menumbuhkan kehidupan.














