Di Tengah Jambore Nasional XII, Wabup Anambas Suntik Motivasi Kontingen di Cibubur

Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu Febri Gunadian, meninjau Kontingen Pramuka Anambas di Jamnas XII 2026 Buperta Cibubur

Kehadiran orang nomor dua di Anambas itu bukan sekadar kunjungan seremonial. Ia memastikan kesiapan logistik, kesehatan, dan moril kontingen yang membawa nama daerah kepulauan terluar di perbatasan.

Jambore Nasional XII Tahun 2026 sendiri merupakan pertemuan akbar Pramuka Penggalang se-Indonesia yang digelar pada 13-20 Agustus 2026 di Buperta Cibubur, Jakarta Timur. Ajang yang diselenggarakan Kwartir Nasional ini menjadi ruang temu edukatif-rekreatif bagi generasi usia 11-15 tahun dari seluruh penjuru nusantara.

Dalam peninjauan tersebut, Raja Bayu berdialog langsung dengan peserta dan pembina pendamping. Ia menekankan bahwa Jamnas lebih dari sekadar perkemahan besar; ia adalah laboratorium karakter. Di sanalah nilai disiplin, kemandirian, dan kepemimpinan diuji dalam praktik, bukan teori.

“Jaga kekompakan, disiplin, dan nama baik daerah. Ikuti setiap kegiatan dengan semangat dan jadikan pengalaman di Jambore Nasional ini sebagai bekal untuk terus berkembang dan menjadi generasi yang tangguh,” ujarnya di hadapan kontingen.

Menurutnya, bagi Anambas, keikutsertaan dalam Jamnas memiliki dimensi strategis. Sebagai kabupaten kepulauan, tantangan geografis kerap membatasi ruang interaksi pemuda Anambas dengan dunia luar. Jamnas menjadi jembatan untuk memutus isolasi itu — memperluas persaudaraan, membangun jejaring kebangsaan, dan meneguhkan identitas keindonesiaan.

Ia pun memberikan apresiasi kepada para pembina, orang tua, dan seluruh pihak yang telah mengawal keberangkatan kontingen hingga ke Cibubur.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas menegaskan komitmennya untuk terus mendorong investasi pada pembangunan manusia melalui gerakan kepramukaan. Jika infrastruktur membangun konektivitas fisik antar-pulau, maka Pramuka membangun konektivitas nilai: tentang tanggung jawab, kebersamaan, dan ketahanan mental generasi muda menghadapi masa depan.

Kehadiran pimpinan Kwarcab di tengah-tengah kontingen diharapkan menjadi penguat psikologis, bahwa negara dan daerah hadir, tidak membiarkan mereka berjalan sendiri di panggung nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *