Polibatam dan SMK Kartini Batam Kolaborasi Cetak SDM Industri Siap Pakai

BATAM – Sebanyak 30 siswa SMK Kartini Batam berhasil menyelesaikan perjalanan pembelajaran integratif dari konsep digital menjadi produk fisik, melalui program mentoring intensif yang diselenggarakan oleh Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Batam (Polibatam). Dalam kegiatan selama satu hari penuh tersebut, para siswa tidak hanya mempelajari desain 3D menggunakan SolidWorks, tetapi juga secara langsung mempraktikkan pengoperasian mesin bubut, mesin frais, serta melakukan pengujian kekerasan material untuk menghasilkan kunci chuck yang fungsional.

“Pengalaman ini sangat berkesan. Untuk pertama kalinya saya bisa merancang di software Solidworks dan melihat desain tersebut terwujud menjadi benda nyata yang dapat dipegang. Saya menyadari bahwa membuat komponen yang tampaknya sederhana pun membutuhkan ketelitian tinggi, mulai dari tahap desain hingga proses pembubutan,” ungkap salah satu peserta pelatihan dengan penuh semangat.

Program yang dirancang secara komprehensif ini bertujuan membekali siswa dengan pemahaman holistik tentang hubungan antara desain, pemilihan material, proses manufaktur, dan sifat mekanis produk akhir. Melalui pengujian kekerasan material menggunakan alat uji Rockwell, para siswa dapat membuktikan secara langsung teori-teori yang selama ini mereka pelajari di kelas, menjadikan pembelajaran lebih aplikatif dan kontekstual.

“Kami sengaja mendesain program ini agar siswa mengalami sendiri proses lengkap dari ide di komputer hingga produk di tangan. Pendekatan learning by doing ini tidak hanya membangun keterampilan teknis, tetapi juga mengasah logika teknikal dan kepercayaan diri mereka dalam menghadapi tantangan industri yang sesungguhnya,” jelas Nur Fitria Pujo Leksonowati, S.ST., M.Sc., salah satu anggota tim pengabdian yang memandu sesi desain.

Kegiatan yang melibatkan 16 orang tim dari Polibatam yang terdiri dari dosen, laboran, dan mahasiswa ini merupakan wujud nyata komitmen pendidikan vokasi tinggi dalam membina dan meningkatkan kualitas pendidikan vokasi menengah. Kolaborasi strategis ini juga merepresentasikan ekosistem Pentahelix, di mana Akademisi (Polibatam) secara aktif membina Komunitas (SMK) dengan kurikulum yang selaras dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).

“Program ini merupakan jembatan penghubung yang efektif antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri. Kami tidak hanya mentransfer keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan mindset dan problem solving skill yang diperlukan untuk beradaptasi dengan perkembangan industri yang sangat dinamis,” tambah Nur Fitria.

Sebagai kelanjutan dari kesuksesan program ini, rencana kolaborasi telah disusun untuk menyelenggarakan pelatihan mesin CNC (Computer Numerical Control) pada tahap berikutnya. Langkah strategis ini diharapkan dapat semakin memperkaya portofolio keterampilan siswa SMK Kartini Batam, mempersiapkan mereka menjadi tenaga kerja terampil yang siap bersaing di era industri 4.0.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *