TANJUNGPINANG- Sebuah komunitas sosial bernama “Doktor Adi Sucipto Family (DAS Family)” resmi terbentuk di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Ketuanya Anis Anorita Zaini.
Komunitas virtual ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Melalui kegiatan advokasi di bidang pemberdayaan perempuan dan anak.
Anis mengatakan antusiasme perempuan yang ingin bergabung di komunitasnya tergolong tinggi. Itu sebanya, khusus di provinsi ini, anggotanya sampai dibagi menjadi beberapa tingkatan. Sesuai kabupaten dan kota dimana anggota tersebut tinggal.
Untuk menjaga kebersamaan, Anis mengadakan pertemuan fisik secara rutin dengan anggota yang dapat menjangkau. Biasanya ngopi bareng di suatu tempat atau makan bersama.
Meski tampak sederhana, pertemuan semacam ini penting baginya. “Supaya akrab, menambah relasi, dan mudah membuat inovasi,” katanya, Jumat, 12 Desember 2024, di kantornya Jalan Kijang Lama No. 23 F, Kota Tanjungpinang.
Bagi mereka yang berada di kabupaten dan kota lain, interaksi dilakukan secara digital. Baik melalui grup WhatsApp atau melalui saluran live di Tiktok.
“Dalam interaksi ini kami berkomunikasi, saling bertukar informasi dan pengalaman, serta saling memahami satu dengan yang lain,” ujar Anis.
DAS Family digagas Dr. Adi Sucipto.S.H.MH, seorang pengacara asal Jakarta. Ia sekaligus menjabat ketua umum. Anggotanya kini telah tersebar di seluruh Republik Indonesia.
Dalam berbagai kesempatan, Adi mengatakan misi DAS Family untuk membantu pemerintah menangani permasalahan perempuan dan anak.
DAS Family menetapkan langkah konkret dalam melaksanakan misinya. Pertama sekali mengedukasi anggota. Yakni dengan menyosialisasikan tata cara pencegahan dan penanganan masalah perempuan dan anak. Sejalan dengan itu, membangun keterampilan parenting.
Jadi, menurut Adi, sebelum melaksanakan program pemberdayaan perempuan dan anak maupun menangani apapun permasalah mereka, setiap anggota diberikan pemahaman yang cukup dulu sebelum ikut membantu.
“Di situlah poin penting edukasi,” katanya.
Sementara advokasi dalam penanganan masalah perempuan dan anak, dilakukan dalam berbagai konteks. Baik formal maupun informal. Misalnya, kampanye di media sosial atau berbicara di depan publik.
Adi menekankan setiap warga DAS Family memiliki inisiatif menyaksikan kondisi masyarakat. Karena komunitas ini ingin menciptakan lingkungan yang lebih baik dan mendukung bagi semua orang.
“Jadi setiap anggota harus peka terhadap permasalahan yang terjadi di lingkungan sekitar,” ujarnya.
Setiap anggota juga diminta berkomitmen membantu perempuan dan anak dengan menjalin kerja sama dengan semua pihak. Ia percaya bahwa dengan saling bahu membahu komunitasnya bisa membuat perbedaan nyata dalam kehidupan.
Pengacara ini bahkan mengundang masyarakat luas bergabung dan berkontribusi dalam DAS Family. Informasi mengenai komunitas tersebut mudah ditemui di media sosial.
Adi bersama seluruh anggotanya juga rutin berinteraksi melalui kanal siaran langsung di aplikasi Tiktok. Tema yang dibahas beragam dalam tiap kesempatan. (Yoyok Sudirman)














