10 Tokoh Perempuan Deklarasikan Kelompok Perempuan Kepri Maju

Sepuluh tokoh perempuan mendeklarasikan berdirinya Kelompok Perempuan Kepri Maju (KPKM) pada acara silaturahmi di Indah Rasa Foodcourt, Jl. WR. Supratman, Air Raja, Kota Tanjungpinang, Selasa, 17 Desember 2024. (Foto: Yoyok Sudirman)

TANJUNGPINANG- Sepuluh tokoh perempuan mendeklarasikan berdirinya organisasi kemasyarakatan baru. Namanya: Kelompok Perempuan Kepri Maju (KPKM).

Deklarasi dilangsungkan pada acara silaturahmi di Indah Rasa Foodcourt, Jl. WR. Supratman, Air Raja, Kota Tanjungpinang, Selasa, 17 Desember 2024.

Juru bicara KPKM, Marini Ismail menyampaikan deklrasi hari ini sekaligus pembentukan pengurus dewan pimpinan provinsi (DPP).

Setelah mempersiapkan berbagai syarat pendirian organisasi, pelantikan pengurus akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Dilanjutkan pembentukan pengurus di kabupaten dan kota.

Marini menceritakan, KPKM mulanya sebuah grup WhatsApp. Anggotanya 100 orang. Perempuan semua tentunya.

Seiring waktu, grup WA tersebut harus diseriuskan dan punya tujuan. “Maka, setelah berdiskusi panjang, sejumlah inisiator memutuskan membentuk organisasi resmi,” katanya.

Dalam struktur pengurus, Marini Ismail menjabat sekretaris.

Sementara Ketua Umum KPKM terpilih, Asmiyati menyampaikan visi misi organisasinya yakni memajukan status perempuan di berbagai bidang. Utamanya memperbaiki kedudukan dan status perempuan, memperjuangkan hak, meningkatkan peran, kualitas, dan wawasan.

Untuk mencapai tujuan tersebut, KPKM dipastikan akan bersinergi dengan seluruh pihak. Baik kolaborasi lintas sektor antar-perempuan maupun antar-organisasi perempuan.

“Penting bagi perempuan dan organisasi untuk saling bahu-membahu dan bekerja sama seperti halnya kedua tangan,” katanya.

Salah satu iniasiator KPKM, Anis Anorita menambahkan sebagai wadah berhimpun, seluruh pengurus KPKM diminta fokus pada tujuan mewujudkan perempuan yang memiliki kepribadian yang utuh dan kreatif.

Hal itu bisa dicapai bila seluruh pengurus bersepakat menetapkan program kerja yang jelas dan terstruktur.

Untuk membangun kebersamaan yang solid, Anis menyarankan pengurus menjadwalkan pertemuan rutin.  

Pada kesempatan ini dia juga mengajak kaum perempuan untuk aktif berorganisasi. Karena manfaatnya jelas sekali.

Di antaranya, kata Anis, meningkatkan wawasan dan memecahkan masalah.

“Perempuan yang berpartisipasi aktif dalam organisasi dapat lebiih mudah memecahkan masalah, seperti masalah anak, ibu, dan keluarga,” ucapnya.

Disamping itu, sarana mengembangkan kapasitas diri.

Anis menunjukkan bukti bahwa perempuan yang berperan aktif dalam organisasi saat ini telah menunjukkan keberhasilan. Baik dibidang politik, ekonomi dan sosial.

“Pencapaian itu pastinya akan menunjang kesejahteraan keluarga dan masyarakat,” katanya. (Yoyok Sudirman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *