MTQH XX Tanjungpinang 2026 Momentum Syiar Islam dan Penggerak Ekonomi Lokal

Foto, istimewa

Tanjungpinang – Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) XX tingkat Kota Tanjungpinang akan dihelat pada 27 April hingga 3 Mei 2026, berpusat di kawasan Melayu Square, Jalan Hang Tuah. Pembukaan resmi dijadwalkan Senin, 27 April 2026 pukul 20.00 WIB.


Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza, yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Tanjungpinang, menegaskan bahwa MTQH bukan sekadar ajang kompetisi religius, melainkan ruang aktualisasi nilai-nilai Al-Qur’an dalam konteks sosial dan ekonomi.


“Ini bukan hanya tentang siapa yang terbaik dalam tilawah atau hafalan. MTQH adalah instrumen strategis untuk membangun SDM yang Qur’ani sekaligus menggerakkan roda ekonomi umat,” ujar Raja Ariza dalam rapat persiapan akhir di Kantor Wali Kota, Jumat (24/4).


Dialektika Syiar dan Ekonomi Kerakyatan
Menariknya, MTQH XX tahun ini tidak berdiri sendiri sebagai event keagamaan. Panitia mengintegrasikannya dengan MTQH Expo yang menghadirkan 57 stan dari berbagai elemen: 42 stan dikelola Disdagin, 15 stan BUMD, serta 25 tenda pelaku IKM binaan Disnakerkopum.


Partisipasi lintas sektor terlihat dari kehadiran kecamatan, Loka POM, perguruan tinggi, perbankan, PKK, Dekranasda, DWP, Jalasenastri, Persit Kodim 0315, hingga koperasi sentra IKM. Pola kolaborasi ini menempatkan MTQH sebagai cultural event yang beririsan dengan agenda pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.


“Ajak keluarga dan warga lainnya datang. Ketika masyarakat ramai, perputaran ekonomi juga ikut bergerak,” tambah Raja Ariza, menyoroti efek ganda dari partisipasi publik.
Rangkaian Kegiatan dan Substansi Lomba
MTQH XX diawali dengan pembukaan bazar MTQH Expo dan pelantikan dewan hakim. Tradisi pawai ta’aruf tetap dipertahankan dengan rute Tugu Pensil – Jl. H. Agus Salim – Jl. Hang Tuah, sebagai simbol syiar yang membumi di ruang publik.


Dari sisi substansi, cabang yang dipertandingkan merefleksikan spektrum pengkajian Al-Qur’an dan Hadits secara komprehensif: tilawah dari kategori anak hingga dewasa, qiraat, tahfiz 1-30 juz, fahmil, syarhil, khattil Qur’an, karya tulis ilmiah Al-Qur’an, serta hafalan hadits. Dimensi seni Islam turut diakomodasi melalui lomba marawis dan kasidah/rebana.


MTQH XX mengusung tema “Dengan Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits Kita Wujudkan Khazanah Berbudaya yang Agamis, Sumber Daya Manusia yang Berkualitas dan Berprestasi Menuju Tanjungpinang yang Religius, Tertib, Berintegritas, dan Berbudaya.”
Frasa kunci “khazanah berbudaya yang agamis” mengindikasikan upaya merawat identitas Melayu yang religius tanpa menegasikan modernitas.

Sementara “SDM berkualitas dan berprestasi” menjadi penegas bahwa orientasi MTQH tidak berhenti pada seremoni, melainkan pada pembentukan karakter dan kompetensi.
Sinergi Multipihak
Rapat persiapan dihadiri unsur strategis: Kepala Kemenag Kota Tanjungpinang, LAM, Polresta Tanjungpinang, Baznas, PLN, organisasi perangkat daerah, serta panitia pelaksana. Fokus pembahasan mencakup kesiapan infrastruktur lokasi, detail jadwal, hingga skema pengamanan selama sepekan penyelenggaraan.


Dengan integrasi antara syiar, kompetisi intelektual-spiritual, dan penguatan UMKM, MTQH XX Tanjungpinang berpotensi menjadi model bagaimana event keagamaan dapat dirancang sebagai katalis pembangunan kota yang holistik: religius dalam nilai, tertib dalam tata kelola, dan produktif secara ekonomi. (Tri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *