BATAM – Dalam rangka pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat, dua dosen dari Politeknik Negeri Batam dan Universitas Internasional Batam dipercaya menjadi asesor dalam kegiatan visitasi akreditasi sekolah di wilayah Kepulauan Riau. Penugasan ini berasal dari Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah (BAN-PDM) Provinsi Kepri, yang meliputi wilayah pesisir hingga Kabupaten Karimun.
Dua asesor tersebut adalah Adi Syahputra Purba, S.Pd., M.Si. dari Politeknik Negeri Batam dan Dr. Candy, S.E., M.M. dari Universitas Internasional Batam. Mereka melakukan penilaian menyeluruh terhadap sejumlah sekolah, termasuk yang berada di daerah terpencil, guna menjamin pemerataan mutu pendidikan di seluruh wilayah.
Partisipasi para dosen ini tidak hanya sebagai pelaksanaan tugas formal, tetapi juga mencerminkan peran strategis perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan nasional. Sebagai akademisi, mereka hadir membawa keilmuan, objektivitas, serta integritas dalam menilai setiap satuan pendidikan.
Menurut Adi Syahputra Purba, peran asesor dari kalangan dosen sangat penting karena menjamin independensi penilaian.
“Kami tidak memiliki afiliasi dengan sekolah manapun. Semua hasil penilaian didasarkan pada bukti dan instrumen objektif demi tercapainya peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan, termasuk di wilayah pesisir,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Candy menekankan bahwa akreditasi bukan sekadar pemenuhan administrasi, melainkan sebagai alat refleksi bagi sekolah.
“Melalui proses visitasi yang menyeluruh, kami membantu sekolah mengidentifikasi kekuatan dan area yang perlu diperbaiki dengan mempertimbangkan konteks lokal. Tujuannya agar peningkatan mutu berjalan berkelanjutan dan sesuai kebutuhan daerah,” jelasnya.
Kehadiran asesor independen di daerah seperti Karimun menegaskan komitmen pemerintah dan perguruan tinggi untuk memperluas jangkauan penjaminan mutu pendidikan nasional hingga ke pelosok negeri.
Kegiatan akreditasi ini memberikan manfaat yang luas:
- Bagi Sekolah: menjadi panduan dalam evaluasi diri dan perencanaan peningkatan mutu sesuai kondisi daerah.
- Bagi Masyarakat: memberikan informasi terbuka tentang kualitas layanan pendidikan di wilayahnya.
- Bagi Pemerintah Daerah: menjadi sumber data penting dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang adil dan inklusif, terutama bagi daerah pesisir dan kepulauan.
Melalui sinergi dengan kalangan akademisi, sistem akreditasi nasional diharapkan semakin kredibel dan berorientasi pada pemerataan mutu pendidikan di seluruh Provinsi Kepulauan Riau.












