TANJUNGPINANG (PuanKepri.com) – Nama Misni, S.K.M., M.Si., kini resmi terukir dalam tinta emas sejarah Provinsi Kepulauan Riau. Di balik pembawaannya yang tenang dan bersahaja, sosok yang akan dilantik pada Senin (27/4) ini merupakan seorang birokrat tulen yang telah “makan asam garam” di berbagai lini pemerintahan daerah.
Perjalanan Misni menuju kursi jabatan pimpinan tinggi madya (Sekda) bukanlah sebuah kebetulan. Ini adalah buah dari konsistensi selama puluhan tahun mengabdi di Bumi Segantang Lada.
Jejak Karier: Dari Kesehatan Masyarakat hingga Perencanaan Wilayah
Latar belakang pendidikan Misni di bidang Kesehatan Masyarakat (S1 USU) dan Ilmu Sosial (S2 UNPAD) membentuk karakter kepemimpinannya yang memadukan ketegasan data dengan pendekatan humanis.
Sebelum dipercaya menjadi nakhoda administrasi Kepri, Misni telah melewati berbagai posisi strategis yang menguji kapasitasnya.
- Asisten Administrasi Umum (Asisten III): Di posisi ini, ia menjadi motor penggerak urusan internal pemerintahan, membuktikan kemampuannya mengelola birokrasi yang komplek.
- Kepala Barenlitbang Kepri: Sebagai “otak” perencanaan pembangunan, Misni berperan vital dalam menyusun arah kebijakan strategis Provinsi Kepri di bawah kepemimpinan Gubernur Ansar Ahmad.
- Kepala DP3AP2KB: Dedikasinya terhadap isu perempuan dan anak terlihat jelas saat ia memimpin dinas ini. Ia dikenal vokal dalam memperjuangkan perlindungan perempuan dan penguatan peran keluarga.
- Biro Administrasi Pemerintahan: Pengalamannya di biro ini memberinya pemahaman mendalam mengenai tata kelola wilayah dan koordinasi antar-kabupaten/kota.
Simbol Integritas dan Kesetaraan
Terpilihnya Misni sebagai Sekda definitif melalui proses open bidding (lelang jabatan) yang ketat menunjukkan bahwa ia memiliki kompetensi yang melampaui standar. Ia berhasil menyisihkan kandidat-kandidat kuat lainnya melalui seleksi administratif, manajerial, hingga wawancara akhir.
Bagi banyak kalangan, terutama kaum perempuan di Kepulauan Riau, Misni adalah role model. Ia membuktikan bahwa seorang perempuan mampu menyeimbangkan peran profesional di puncak kekuasaan tanpa kehilangan jati diri sebagai pengayom.
Sebagai Sekda perempuan pertama, tugas besar telah menanti. Misni akan menjadi “jembatan” antara kebijakan Gubernur dengan implementasi di tingkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Fokus pada percepatan ekonomi pasca-pandemi, penataan birokrasi yang efisien, hingga penguatan konektivitas antar-pulau menjadi agenda utama yang harus ia kawal.
“Ibu Misni bukan hanya sekadar mengisi jabatan. Beliau membawa harapan baru bahwa birokrasi kita bisa lebih responsif, teliti, dan inklusif,” ungkap salah satu kolega beliau di lingkungan Pemprov Kepri.
Senin besok, saat sumpah jabatan diucapkan, masyarakat Kepri tidak hanya menyaksikan pelantikan seorang pejabat, tetapi juga merayakan kemajuan demokrasi dan kesetaraan di tanah Melayu. (Red)














