Dua Pembangkit di Batam Gangguan, Tanjungpinang Alami Pemadaman Bergilir

Wali Kota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah, S.H. saat memberikan klarifikasi terkait pemadaman listrik bergilir akibat gangguan pembangkit di Batam, Selasa (13/10/2026).

TANJUNGPINANG, PUANKEPRI.COM – Penyebab pemadaman listrik bergilir di Kota Tanjungpinang akhirnya terungkap. Wali Kota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah, S.H. memastikan gangguan terjadi pada dua unit mesin pembangkit listrik di Batam yang menjadi tumpuan pasokan listrik Tanjungpinang-Bintan, Selasa (13/10/2026).

Gangguan itu membuat suplai listrik dari Batam ke Tanjungpinang tidak maksimal, sehingga pemadaman bergilir menjadi langkah yang tidak terhindarkan.

“Atas nama Pemerintah Kota Tanjungpinang, saya mohon maaf atas ketidaknyamanan dan gangguan aktivitas masyarakat akibat pemadaman listrik bergilir. Saya telah mengonfirmasi secara langsung, dan proses pemulihan dua mesin pembangkit di Batam hampir selesai. Semoga malam ini pasokan listrik ke Tanjungpinang kembali normal,” ujar Lis.

Lis membeberkan fakta ketergantungan energi Tanjungpinang. Pembangkit yang ada di Tanjungpinang hanya berkapasitas 37 MW, dan hanya mampu memenuhi sekitar 30 persen dari total beban normal Tanjungpinang-Bintan yang mencapai 45 MW.

Sisa kebutuhan sekitar 70 persen selama ini disuplai dari Batam. Ketika dua unit di Batam bermasalah, maka dampaknya langsung dirasakan masyarakat Tanjungpinang.

Klarifikasi ini sekaligus menepis isu liar yang berkembang di komunitas masyarakat yang menduga ada unsur kesengajaan di balik pemadaman.

Secara intelektual, krisis ini menunjukkan pekerjaan rumah besar kemandirian energi Tanjungpinang. Selama Tanjungpinang hanya mampu berdiri dengan 30 persen kapasitas sendiri, maka setiap gangguan teknis di seberang pulau akan selalu menjadi gangguan aktivitas ekonomi, pelayanan publik, dan kehidupan warga di Tanjungpinang. Kemandirian energi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.

“Untuk sementara dilakukan pemadaman bergilir, dan saya juga ikut merasakan kesulitan masyarakat dan pelaku usaha. Banyak yang terdampak, termasuk pelayanan aparatur. Semoga malam ini perbaikan dua unit mesin pembangkit di Batam dapat diselesaikan, agar masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal,” tutup Lis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *