Topang Ekonomi Bintan, KEK Galang Batang Jadi Sorotan: Bupati Roby Kejar Pertumbuhan 8 Persen Presiden

Bupati Bintan Roby Kurniawan memimpin rapat koordinasi percepatan pertumbuhan ekonomi bersama OPD dan perwakilan perusahaan di Kantor Bapperida Bintan, Kamis (09/10/2026).

BINTAN, PUANKEPRI.COM – Pemerintah Kabupaten Bintan mematangkan strategi percepatan pertumbuhan ekonomi daerah dengan menggelar rapat koordinasi bersama OPD terkait dan perwakilan dunia usaha.

Rapat tersebut dipimpin langsung Bupati Bintan Roby Kurniawan di Ruang Rapat Bawah Kantor Bapperida Bintan, Kamis (09/10/2026).

Fokus utama rakor adalah sinkronisasi data dan validasi kontribusi perusahaan untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicanangkan Presiden RI.

Dalam arahannya, Bupati Roby secara khusus menyoroti peran vital Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi Bintan.

Menurutnya, kontribusi KEK Galang Batang sangat luar biasa dan menentukan arah angka pertumbuhan ekonomi Bintan.

Bupati juga mengapresiasi sinergi yang telah terbangun antara BP Bintan, Badan Pusat Statistik (BPS), dan seluruh perusahaan. Bahkan, pola kolaborasi data di Bintan tahun lalu disebut menjadi contoh nasional.

“Mencermati diskusi kita, KEK Galang Batang ini sangat memberikan kontribusi luar biasa dalam menentukan angka pertumbuhan ekonomi di Bintan. Terima kasih atas kolaborasi luar biasa selama ini. Tahun lalu pola di Bintan menjadi contoh seluruh Indonesia guna mendukung angka pertumbuhan ekonomi,” ujar Roby.

Roby menegaskan, untuk mengejar target Presiden, dibutuhkan data yang riil, jujur, dan transparan dari perusahaan. Ia meminta pelaku usaha tidak perlu khawatir, karena data yang diisi melalui BPS dijamin kerahasiaannya oleh Undang-Undang dan tidak ada kaitannya dengan urusan pajak.

“Dalam mendukung target Bapak Presiden pertumbuhan ekonomi di atas 8 persen, kami berharap kolaborasi yang sudah terjalin baik ini terus terjaga. Kepada perwakilan perusahaan, kami harapkan dapat memberikan data-data yang sangat riil,” tegasnya.

Rakor juga membahas sejumlah kendala sektoral yang menghambat akselerasi, mulai dari dampak fluktuasi perdagangan global terhadap pasokan komponen PLTS, penurunan muka air akibat musim kemarau, hingga hambatan progres bauksit terkait Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).

Secara intelektual, langkah Pemkab Bintan ini adalah praktik ekonomi berbasis data yang cerdas. Pertumbuhan tidak bisa dibangun dengan asumsi. Ketika KEK Galang Batang dijadikan tulang punggung dan data riil dijadikan pijakan, Bintan sedang menunjukkan bahwa pertumbuhan 8 persen bukan sekadar target pusat, melainkan kerja kolektif yang terukur. Di sinilah peran negara sebagai fasilitator diuji: menjembatani kepentingan dunia usaha dengan kepentingan publik.

Sebagai tindak lanjut, Bupati Roby mengusulkan pembentukan Tim Terpadu khusus pertumbuhan ekonomi yang bekerja secara terintegrasi. Pemkab Bintan juga berkomitmen memfasilitasi dan mengawal berbagai kendala dunia usaha hingga ke Pemerintah Pusat agar investasi dan produksi tetap kondusif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *