Bupati Aneng Sambut Taruna AKMIL di Letung: Sinergi Pusat-Pinggiran dari Beranda Terdepan NKRI

Bupati Kepulauan Anambas Aneng (tengah) bersama Kapolres dan jajaran menyambut kedatangan Taruna AKMIL di Terminal Bandara Letung

ANAMBAS, LETUNG – Komitmen menjaga keutuhan negara dari wilayah perbatasan ditegaskan di Kepulauan Anambas. Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, menyambut langsung kedatangan Taruna Akademi Militer (AKMIL) di Bandara Letung, Jemaja, pada Minggu (02/08/2026).

Penyambutan yang berlangsung penuh keakraban tersebut tidak sekadar seremonial. Kehadiran calon perwira TNI Angkatan Darat di kabupaten terluar ini menjadi representasi konkret dari sinergi antara pemerintah daerah dan institusi pertahanan negara dalam merawat nasionalisme di wilayah 3T – Terdepan, Terluar, Tertinggal.

Bupati Aneng didampingi Kapolres Kepulauan Anambas dan jajaran Forkopimda serta pejabat daerah. Dalam pertemuan itu, Aneng memaparkan secara langsung kompleksitas geografis Anambas yang terdiri dari ratusan pulau dengan luas lautan dominan, serta potensi strategisnya sebagai beranda maritim Indonesia yang berbatasan langsung dengan Laut Natuna Utara.

“Kehadiran para Taruna AKMIL adalah kebanggaan bagi kami. Ini bukan hanya kunjungan, tapi laboratorium kebangsaan. Di sini, para calon pemimpin pertahanan bangsa bisa melihat langsung bagaimana Indonesia dijaga dari pinggiran,” ujar Bupati Aneng.

Menurut Aneng, kunjungan ini memiliki dua dimensi penting. Pertama, bagi Anambas, kehadiran Taruna AKMIL menjadi suntikan moral dan motivasi bagi generasi muda Anambas untuk menumbuhkan nilai kedisiplinan, nasionalisme, dan jiwa pengabdian. Kedua, bagi para taruna, Anambas adalah ruang belajar geopolitik yang sesungguhnya – memahami bahwa menjaga kedaulatan bukan hanya soal doktrin militer, melainkan juga memahami karakteristik sosial-budaya masyarakat kepulauan.

Bupati berharap pengalaman empiris di wilayah perbatasan ini dapat memperkaya perspektif para taruna tentang arti keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang tidak hanya dibangun dari pusat, tetapi justru diuji kekuatannya di daerah kepulauan terluar.

Kegiatan diakhiri dengan sesi ramah tamah dan foto bersama di area Bandara Letung, sebagai simbol eratnya sinergi sipil-militer dalam membangun Indonesia dari perbatasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *