Berita  

Pakar SEVIMA & Wakil Menteri Pendidikan Tinggi: Kampus Berdampak Sejahterakan Masyarakat Madura

Bangkalan, Madura, puankepri. Com
Di tengah kehidupan para petani garam pesisir Madura yang bergantung pada cuaca dan sinar matahari, hadir solusi nyata dari dunia pendidikan tinggi. Melalui program Kampus Berdampak dari Kemendiktisaintek, perguruan tinggi kini bukan hanya menjadi pusat ilmu, melainkan penggerak perubahan sosial dan ekonomi.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., bersama Pakar SEVIMA, Assoc. Prof. Wahyudi Agustiono, Ph.D., dalam tayangan nasional “Bincang Kita” bertajuk Harvesting Hope: Kemitraan Riset Indonesia-Australia untuk Solusi Nyata.

> “Kampus harus punya peran strategis dan konkret untuk menjawab masalah bangsa. Program seperti ini menjadi contoh revitalisasi peran kampus untuk masyarakat,” ujar Prof. Fauzan, Senin (21/7/2025).

Teknologi Poligenerasi: Garam, Rumput Laut, Air Bersih, dan Energi Terbarukan

Proyek Harvesting Hope yang dipimpin Assoc. Prof. Wahyudi dari Universitas Trunojoyo Madura merupakan bagian dari kolaborasi internasional Indonesia-Australia melalui program KONEKSI.

Di atas lahan yang sama, petani kini:

Memanen garam,

Membudidayakan rumput laut,

Mengakses air bersih hasil desalinasi, dan

Menggunakan listrik dari panel surya dan sistem Rankine Cycle.

“Teknologi ini mampu menghasilkan air bersih dengan biaya jauh lebih murah dari air kemasan, bahkan hanya Rp500.000 untuk 8 jam operasi,” jelas Wahyudi. Selain itu, masyarakat mendapat penghasilan tambahan dari garam, rumput laut, dan listrik mandiri.

Kolaborasi Internasional, Solusi dari Mahasiswa

Mengusung prinsip “locally rooted, globally impacted”, proyek ini melibatkan mitra dari Newcastle University dan MIT University Melbourne. Uniknya, banyak inovasi teknis berasal dari mahasiswa, seperti pintu air otomatis hasil observasi langsung di lapangan.

“Ini adalah riset ideal: Mahasiswa turun langsung, petani mendapatkan manfaat nyata, dan ekonomi lokal terdongkrak,” tambah Prof. Fauzan yang sempat mengunjungi lokasi proyek Februari lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *