ANAMBAS – Pesan tentang persaudaraan menguat di lapangan Desa Air Asuk. Bupati Kepulauan Anambas, Aneng secara resmi menutup Turnamen Sepak Bola HUT ke-24 Karang Taruna Anggrek Desa Air Asuk, Kecamatan Siantan Tengah, Jumat (08/08/2026).
Di tengah kompetisi yang sarat gengsi, Aneng menegaskan turnamen tingkat desa tidak boleh direduksi menjadi sekadar perebutan juara. Olahraga, menurutnya, adalah modal sosial untuk merawat kebersamaan.”Yang paling penting bukan hanya mencari siapa yang kuat dan siapa yang menang. Turnamen ini harus menjadi ajang untuk mempererat silaturahmi dan persaudaraan,” tegas Bupati Aneng di hadapan peserta dan masyarakat.
Pernyataan tersebut menjadi penekanan utama penutupan turnamen yang sejak awal dirancang bukan hanya sebagai arena unjuk bakat generasi muda, melainkan sebagai ruang perjumpaan warga. Dalam konteks desa, sepak bola berfungsi lebih dari sekadar sportivitas; ia menjadi instrumen kohesi sosial.
Sebagai bentuk apresiasi konkret, Bupati Aneng memberikan bonus uang tunai: Rp700 ribu untuk bola pertama, Rp500 ribu untuk bola kedua, dan Rp300 ribu untuk bola ketiga. Apresiasi itu diharapkan menjadi insentif moral bagi pemain muda untuk terus mengasah potensi tanpa kehilangan etika kompetisi.
Turnamen Karang Taruna Anggrek sendiri merupakan agenda tahunan yang secara konsisten menjadi wadah pembinaan atlet di Air Asuk. Tradisi ini sebelumnya juga pernah digelar sebagai ajang pencarian bibit atlet dan penguatan karakter pemuda.
Penutupan tahun ini berlangsung dengan kehadiran lintas unsur pemerintahan. Tampak hadir Ketua DPRD beserta anggota, jajaran Kepala OPD dari Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Camat Siantan Utara, perwakilan Camat Siantan Tengah, Ketua KONI, Ketua Karang Taruna, Kepala Desa Air Asuk, tokoh masyarakat, serta ratusan warga dan peserta turnamen.
Dalam sambutannya, Bupati Aneng menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang memastikan turnamen berjalan aman dan tertib. Ia mengingatkan agar perbedaan dukungan dan hasil pertandingan tidak menjadi sekat yang memutus hubungan baik antar warga. Nilai sportivitas, keamanan, dan saling menghargai harus ditempatkan di atas rivalitas sesaat.
Momen penutupan juga diisi dengan ajakan untuk mendoakan kesembuhan Ketua KONI Kepulauan Anambas yang sedang sakit, sebagai gestur empati kolektif yang melampaui arena pertandingan.
Dengan ditutupnya turnamen ini, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas berharap semangat kebersamaan yang terbangun tidak berhenti di peluit akhir. Kompetisi boleh usai, tetapi pekerjaan membangun persaudaraan melalui olahraga justru baru dimulai.














