Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan RI menjadi tuan rumah audiensi strategis bersama Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad, S.E., M.M, Wakil Bupati Kepulauan Anambas Raja Bayu Febri Gunadian, S.E, dan para kepala daerah se-Kepulauan Riau, Jumat (10/07/2026).
Agenda utama pertemuan ini adalah akselerasi Program Kampung Nelayan Merah Putih sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.
Dalam forum tersebut, Wakil Bupati Anambas Raja Bayu Febri Gunadian menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas untuk menyukseskan program ini. Menurutnya, Kampung Nelayan Merah Putih bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan instrumen transformatif yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup nelayan, memperkuat ketahanan pangan berbasis sumber daya laut, serta mendorong tata kelola kelautan dan perikanan yang berkelanjutan.
Sinergi antar pemerintah daerah menjadi sorotan penting. Kehadiran Gubernur Kepri bersama seluruh kepala daerah se-Kepri merefleksikan keseriusan kolektif dalam mengadvokasi kebijakan kelautan yang berdampak langsung pada masyarakat pesisir. Audiensi ini sekaligus menjadi ruang artikulasi kebutuhan daerah kepada pemerintah pusat.
Adapun substansi yang mengemuka dalam diskusi mencakup tiga aspek fundamental: pertama, urgensi dukungan pemerintah pusat dalam penyediaan sarana dan prasarana perikanan yang memadai. Kedua, peningkatan kapasitas sumber daya manusia nelayan melalui pelatihan dan pendampingan berkelanjutan. Ketiga, pengembangan kawasan pesisir secara terintegrasi dengan paradigma keberlanjutan ekologi dan ekonomi.
Melalui pertemuan ini, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas bersama Pemerintah Provinsi Kepri dan kabupaten/kota lainnya berharap terjalin kolaborasi yang lebih erat dengan KKP RI. Tujuannya jelas: menjadikan Kampung Nelayan Merah Putih sebagai katalisator ekonomi maritim yang inklusif dan berdaya saing, sekaligus mengukuhkan Kepulauan Riau sebagai episentrum ekonomi biru nasional.














