Wabup Anambas Apresiasi Pengabdian Mahasiswa STAI Paduka, Harap SDM Lokal Jadi Penggerak Utama

Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu Febri Gunadian, S.E., memberikan arahan saat penutupan KKN STAI Paduka Anambas 2026 di Desa Piasan, Dusun Mubur.

Tarempa, PuanKepri.com – Sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa menjadi kunci penguatan sumber daya manusia di wilayah kepulauan. Hal itu ditegaskan Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu Febri Gunadian, S.E., saat memberikan arahan atas pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Paduka Anambas di Desa Piasan, Dusun Mubur.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas, kata Wabup, mengucapkan terima kasih kepada para mahasiswa yang telah memilih untuk mengabdi, berbaur, dan berkolaborasi langsung dengan masyarakat. KKN tersebut diharapkan tidak hanya menjadi pemenuhan kurikulum akademik, tetapi menjadi intervensi sosial yang memberikan nilai tambah dan manfaat konkret bagi warga setempat.

Dalam arahannya, Raja Bayu menegaskan posisi vital STAI Paduka Anambas dalam lanskap pendidikan daerah. Sebagai satu-satunya yayasan pendidikan tinggi yang ada di Anambas, institusi ini menampung 104 mahasiswa dan mahasiswi yang seluruhnya merupakan anak daerah.

Kehadiran STAI Paduka, menurutnya, menjadi jawaban atas problem aksesibilitas pendidikan tinggi di daerah kepulauan. Lembaga ini menyediakan alternatif pendidikan tinggi di kampung halaman sendiri, sehingga menjadi solusi bagi lulusan SMA, SMK, dan sederajat yang memiliki keterbatasan finansial untuk melanjutkan studi ke luar daerah.

“Dengan adanya STAI Paduka, anak-anak kita tidak perlu jauh-jauh keluar Anambas untuk mendapatkan pendidikan tinggi. Ini adalah fondasi penting untuk meningkatkan kualitas SDM kita,” ujar Raja Bayu.

Ia mengungkapkan, Pemkab Anambas telah menggelar pertemuan dengan pihak STAI Paduka Anambas. Pemerintah daerah memiliki komitmen kuat untuk berkontribusi terhadap keberlangsungan lembaga tersebut dan saat ini sedang menelusuri payung regulasi yang memungkinkan adanya dukungan nyata dari pemerintah daerah.

Menjawab skeptisisme publik yang mempertanyakan urgensi kuliah di tengah keterbatasan lapangan kerja, Wabup mengajak masyarakat untuk merevisi cara pandang. Ia menyinggung pandangan bahwa setelah sarjana, lulusan akan kembali ke Tarempa dan tetap menjadi nelayan.

“Pendidikan tinggi adalah tentang transformasi cara berpikir. Ia membuka cakrawala dan menyiapkan anak-anak daerah untuk mengisi peran-peran strategis yang akan datang,” tegasnya.

Raja Bayu juga menyoroti fenomena di industri migas, di mana tenaga kerja lokal masih dominan berada pada level pekerja bawahan. Melalui peningkatan kapasitas akademik, ia berharap suatu saat putra-putri Anambas mampu menempati posisi kunci di pusat pengambilan keputusan perusahaan.

Di akhir sambutannya, ia berpesan agar generasi muda tidak patah arang. Peningkatan kualitas SDM harus menjadi agenda prioritas yang dipersiapkan lebih awal, sementara peluang kerja akan mengikuti seiring meningkatnya kompetensi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *