Tanjungpinang, PuanKepri.com – Edukasi keselamatan berlalu lintas dengan pendekatan humanis terbukti lebih mengena di ruang publik. Hal itu terlihat dari viralnya video kegiatan Razia Perut Lapar (RPL) yang diinisiasi Ipda Zulhamsyah Putra, anggota Polresta Tanjungpinang, di media sosial Instagram.
Konten tersebut menjadi sorotan karena RPL tidak berhenti pada aksi berbagi makanan kepada warga. Lebih dari itu, Ipda Zulhamsyah menjadikannya sebagai instrumen komunikasi untuk membangun kesadaran tertib lalu lintas menjelang Operasi Patuh Seligi 2026 yang akan berlangsung pada 26 Oktober hingga 8 November 2026.
Melalui dialog yang sederhana dan dekat dengan masyarakat, warga diajak memahami bahwa keselamatan bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan kebutuhan esensial. Pesan yang disampaikan meliputi pentingnya penggunaan helm, kelengkapan surat kendaraan, dan kehati-hatian saat berkendara demi menciptakan ekosistem lalu lintas yang aman dan tertib.
Pendekatan ini menuai apresiasi luas dari warganet. Salah satunya datang dari tokoh agama Kota Tanjungpinang, Mahyuddin Nadeak. Ia menilai RPL bukan aksi seremonial sesaat, melainkan cerminan karakter sosial Ipda Zulhamsyah yang telah konsisten sejak lama.
“Subhanallah, luar biasa Bang Zulham. Beliau berbuat kebaikan bukan hanya sekarang, tetapi sudah sejak dulu. Bahkan kami pernah bersama menjalankan program bersih-bersih masjid dari Tanjungpinang hingga Kijang, Bintan. Jiwa sosial beliau luar biasa. Sukses selalu,” ungkap Mahyuddin.
Dukungan serupa disampaikan PT Navezza Travel yang menyebut Ipda Zulhamsyah sebagai figur Polri yang inspiratif dan patut menjadi teladan, baik bagi internal kepolisian maupun masyarakat umum.
“Masyaallah, beliau merupakan salah satu anggota polisi yang selalu memberikan inspirasi. Doa kami, semoga suatu hari nanti beliau bisa menjadi pemimpin untuk Kota Tanjungpinang. Aamiin ya Rabbal ‘alamin,” tulis manajemen Navezza Travel.
Respons positif tersebut menunjukkan bahwa aksi sosial yang dilakukan secara konsisten mampu menjadi jembatan kultural untuk memperkuat kepercayaan dan kedekatan antara Polri dan masyarakat. RPL merepresentasikan paradigma Polisi Bersama Masyarakat, di mana kehadiran Polri tidak hanya dimaknai sebagai penjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga sebagai agen kemanusiaan yang memberi manfaat langsung.
Di akhir kegiatan, Ipda Zulhamsyah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung.
“Terima kasih kepada Bapak Kapolda Kepri Irjen Pol. Suhendri, Bapak Kapolresta Tanjungpinang Kombes Pol. Indra Ranu Dikarta, para dermawan Razia Perut Lapar, rekan-rekan media, dan seluruh pihak yang mendukung. Semoga setiap kebaikan menjadi amal ibadah, membawa keberkahan, dan menginspirasi lebih banyak orang untuk peduli dan berbagi,” tutup Ipda Zulhamsyah. (Red)














