TANJUNGPINANG – Di tengah tantangan hidup yang tidak ringan bagi penyintas kanker, keberadaan ruang solidaritas menjadi penopang yang krusial. Pesan inilah yang mengemuka dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-8 Yayasan Pejuang Kanker Tanjungpinang Bintan (YPKTB).
Pemerintah Kota Tanjungpinang menegaskan komitmennya untuk berada dalam barisan yang sama. Dukungan terhadap penguatan kesejahteraan sosial, khususnya bagi kelompok rentan seperti penyintas kanker, dinilai tidak bisa dilepaskan dari kerja kolaboratif.
Asisten II Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Kota Tanjungpinang, Elfiani Sandri, menyebut ketangguhan penyintas tidak hanya soal medis, melainkan juga soal konstruksi sosial yang menopangnya.
“Kepedulian ini harus terus tumbuh agar para penyintas tetap percaya diri, produktif, dan merasa didukung dalam menjalani kehidupan,” ujar Elfiani Sandri.
Menurutnya, apa yang dilakukan YPKTB selama delapan tahun adalah praktik nyata dari modal sosial. Ketika negara, komunitas, dan masyarakat sipil saling bertaut, penyintas tidak dibiarkan berjuang sendirian menghadapi stigma, kelelahan psikologis, hingga tantangan ekonomi pasca-pengobatan.
Lebih jauh, peringatan HUT ke-8 YPKTB ini dimaknai sebagai refleksi kolektif. Bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan penegasan bahwa empati perlu diinstitusionalisasikan. Dari empati yang sporadis menjadi kepedulian yang sistematis dan berkelanjutan.
Pemko Tanjungpinang, kata Sandri, akan terus membuka ruang kolaborasi. Penguatan kepedulian sosial bukan program karitatif semata, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun masyarakat yang inklusif dan berketahanan. (Red)














