Ironi Luxury & Professional Chess Event di Batam: Hadiah Rp 3,3 Juta, Janji Tambahan Rp 10 Juta dari Walikota Tak Kunjung Cair

BATAM – Label “Luxury & Professional Chess Event” yang tertera di poster Open Chess Tournament Piala Panglima TNI di MB2 Mall, Minggu (04/10/2026), berbanding terbalik dengan fakta di lapangan.

Turnamen yang mengusung nama Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto itu hanya menyediakan total hadiah Rp 3,3 juta. Sebuah angka yang oleh para pecatur Batam disebut “hadiah lomba tingkat RT” untuk ukuran turnamen Open.

Padahal, event ini tidak gratis. Panitia BCC Club menarik biaya pendaftaran Rp 50.000 per peserta dan menggandeng sponsor.

Kejanggalan mencuat usai kehadiran Walikota Batam, Amsakar Achmad, di lokasi. Di hadapan peserta, Walikota disebut memberikan atensi khusus terhadap turnamen tersebut.

Menurut kesaksian sejumlah peserta kepada media ini, Walikota secara terbuka menjanjikan bantuan tambahan di atas panggung.

“Saya bantu 10 juta ya Kanda,” kata Walikota yang ditujukan kepada M. Al Iksan selaku Owner BCC Club dan sponsor kegiatan, saat menyampaikan sambutan.

Janji itu disambut tepuk tangan peserta. Namun janji tinggal janji. Sampai hadiah diserahkan, nominal yang diterima juara tetap sesuai brosur awal, tanpa ada penambahan sepeser pun.

Di sinilah nalar kritis publik diuji. Jika seorang kepala daerah sudah menyatakan membantu Rp 10 juta di depan umum, maka pertanyaannya bukan lagi ada atau tidak ada, tapi kemana dana itu disalurkan?
Apakah dana itu tidak pernah diserahkan? Atau sudah diserahkan tapi tidak dibelanjakan untuk hadiah? Atau dialihkan untuk operasional sewa mall dan snack yang di poster tertulis “FREE SNACK + AIR MINERAL”?
Panitia tidak boleh berlindung di balik diksi hiburan. Jika dana publik atau dana pribadi pejabat yang dijanjikan di forum publik digunakan, maka wajib ada pertanggungjawaban publik.

Catur mengajarkan kita, pion sekalipun bisa menjadi menteri jika sampai di ujung papan. Tapi dalam turnamen ini, janji Rp 10 juta dari pucuk pimpinan daerah bahkan tidak sampai ke tangan juara.

Konfirmasi: Media ini telah melakukan konfirmasi resmi kepada M. Al Iksan melalui pesan WhatsApp pada Minggu malam untuk menjelaskan terkait realisasi bantuan Rp 10 juta tersebut, namun hingga berita kedua ini diterbitkan, belum ada jawaban. Upaya konfirmasi kepada panitia pelaksana lainnya juga masih dilakukan.

Jika tidak ada klarifikasi, maka turnamen berlabel Panglima TNI ini hanya akan dikenang sebagai contoh buruk bagaimana sebuah event catur kehilangan roh kejujurannya di luar papan. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *