TANJUNGPINANG — Ekspansi ritel modern Indomaret ke Tanjungpinang diproyeksikan bukan sekadar penetrasi pasar, melainkan katalis bagi konsolidasi industri kecil dan menengah (IKM) dalam arsitektur ekonomi daerah.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang, Riany, menilai bahwa sektor perdagangan adalah salah satu pilar struktural pembangunan ekonomi yang tidak dapat dinegasikan.
“Kehadiran Indomaret merupakan keniscayaan dari dinamika ekonomi kontemporer. Komitmen Wali Kota adalah menciptakan iklim investasi yang kondusif, proporsional, dan berkeadilan distributif. Namun, ekspansi ritel harus bersifat simbiotik dengan penguatan kapasitas ekonomi lokal, bukan menjadi faktor substitusi,” tegas Riany, Sabtu (2/5/26).
Pada fase inisiasi, Indomaret akan mengoperasikan tiga gerai dengan pendekatan kontekstual terhadap lanskap sosial-ekonomi Tanjungpinang. Wali Kota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah, S.H. memberikan mandat imperatif: peritel wajib mengintegrasikan produk IKM lokal ke dalam rantai pasoknya, sekaligus memprioritaskan absorpsi tenaga kerja beridentitas Tanjungpinang.
Riany menambahkan, substansi dari kehadiran Indomaret adalah terbentuknya ruang kolaboratif bagi pemasaran produk IKM. Pemerintah Kota tidak hanya membuka keran investasi, tetapi memastikan terjadinya trickle-down effect yang riil bagi masyarakat.
Hal ini diperkuat dengan rekam jejak pembinaan IKM yang telah dilakukan Pemko: kurasi, pelatihan, dan fasilitasi berkelanjutan. Hasilnya, beberapa komoditas unggulan Tanjungpinang telah menembus ekosistem ritel modern di Batam dan Bintan, termasuk jaringan Hypermart. Fakta tersebut menjadi validasi empiris bahwa produk lokal memiliki competitive advantage untuk diskalakan lebih lanjut.
“Melalui regulasi yang presisi dan supervisi yang konsisten, koeksistensi antara ritel nasional dan pelaku usaha lokal bukan utopia. Justru dapat menjadi new driving force bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan resilien,” pungkas Riany. (Wid)












