TANJUNGPINANG- Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2 dan KB) Provinsi Kepri mengadakan Sosialisasi Peningkatan Peran Perempuan di Bidang Politik Hukum Sosial dan Ekonomi, di Gedung Wan Seri Beni, Kantor Gubernur, Pulau Dompak, Tanjungpinang, Rabu, 11 Desember 2024.
Bekerja sama dengan Asosiasi Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (AKU-PPKS) Provinsi Kepri, sosialisasi mengusung tema “Perempuan Bersatu Pasti Hebat.”
DP3AP2 dan KB menghadirkan satu narasumber dari pusat dan dua dari daerah. Jumlah peserta 100 orang. Perempuan semua. Sebagian dari mereka pimpinan organisasi di Tanjungpinang, Bintan dan Batam.
Plt Kepala DP3AP2 dan KB Provinsi Kepri, H TS Arif Fadillah yang membuka kegiatan menyampaikan sosialisasi bertujuan meningkatkan partisipasi perempuan dalam berbagai bidang kehidupan.
“Dalam sosialisasi ini perempuan kita berikan pemahaman untuk menyadari potensi dirinya dan diajak memaksimalkan potensi tersebut,” ujarnya.
Di samping itu, sosialisasi juga program pemberdayaan perempuan yang menjadi agenda utama pemerintah yang terus dilaksanakan secara berkesinambungan.
Arif menyampaikan apreasiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya.
Politisi senior PKS, Suryani, yang bertindak sebagai narasumber pertama dalam pemaparannya mengatakan perempuan dan laki-laki memiliki kesempatan yang sama. Baik dalam politik maupun pemerintahan. Seperti menjadi anggota legislatif, eksekutif, maupun yudikatif.
Maka, sosok yang aktif di berbagai kegiatan dan tergabung dalam organisasi perempuan di Kepri, ini berbagi tips agar kaumnya maju dan berkembang.
“Dimulai dari mindset,” katanya.
Maka, dia mengajak perempuan membiasakan berpikir positif. Karena hal itu sangat memengaruhi hidup.
Suryani sendiri punya catatan gemilang dalam dunia politik. Dia anggota DPRD Provinsi Kepri empat periode. Selanjutnya menjadi Anggota DPR.
Dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) DPR RI 2024, Suryani yang diusung PKS dari daerah pemilihan Provinsi Kepri, berhasil mengumpulkan suara terbanyak. Unggul dari beberapa kandidat yang dianggap kuat.
Suryani juga mengajak semua pihak terus bersinergi menciptakan lingkungan yang kondusif bagi peningkatan partisipasi perempuan.
“Harus kita hilangkan segala kendala yang ada. Pastikan semua pihak memberikan dukungan penuh kepada perempuan untuk mengembangkan potensinya,” ujarnya.
Sementara narasumber dari pusat, Asisten Deputi Pengarusutamaan Gender Bidang Politik dan Hukum Kemen PPPA, Iip Ilham Firman, menyampaikan materi via zoom.
Ia menjelaskan hampir separuh penduduk Indonesia (49,4 persen) adalah perempuan. Artinya, separuh potensi pembangunan ada pada mereka.
“Karena itu kita perlu pastikan sumber daya perempuan kita benar-benar berkualitas, produktif dan berdaya saing,” katanya.
Dijelaskan bahwa upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia perempuan dilakukan dengan memastikan pemenuhan hak mereka agar lebih produktif serta berdaya saing.
“Dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup perempuan,” ujar IIp.
Di bidang hukum misalnya. Pastikan perempuan terlindungi dari segala bentuk diskriminasi dan kekerasan, serta mendapatkan akses yang sama terhadap keadilan.
Di bidang sosial, memberikan kesempatan yang sama dalam pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik.
Ekonomi, memberikan akses yang sama terhadap sumber daya ekonomi, seperti pekerjaan, modal, dan pelatihan.
“Program pemberdayaan perempuan diarahkan agar perempuan dapat maju dan berkembang sehingga mereka dapat berkontribusi secara maksimal,” kata Iip.
Ketua AKU-PPKS Provinsi Kepri, Anis Anorita yang menjadi pemateri paling akhir menekankan pentingnya perempuan ikut berorganisasi.
Manusia, menurutnya, memiliki kebutuhan akan interaksi sosial. Bersosialisasi ini membantu satu sama lain membangun hubungan sosial termasuk mengembangkan keterampilan sosial.
“Nah, salah satu wadah untuk melakukan proses sosialisasi adalah organisasi,” katanya.
Jadi, alasan kenapa perempuan harus berorganisasi, selain sebagai sarana interaksi, juga untuk mengenali potensinya melalui program organisasi bersangkutan. Salah satunya mengasah keterampilan. Seperti keterampilan bicara di depan publik, kepemimpinan hingga keterampilan fisik, semacam menjahit, masak dan banyak lagi.
“Keterampilan tambahan ini diharapkan bermanfaat untuk kehidupan pribadi dan keluarga,” ucapnya.
Anis menegaskan bahwa organisasi perempuan memiliki peran krusial dalam pembangunan. Organisasi perempuan bertindak sebagai katalisator perubahan, memperjuangkan hak-hak perempuan dan berkontribusi secara signifikan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Melalui organisasi kita juga akan lebih mudah menemukan jalan demi memajukan status kita di semua level kebijakan,” ujarnya.
Diakhir acara, segenap pimpinan organisasi membacakan pernyataan sikap hasil kesepakatan mereka yang diajukan kepada pemerintah daerah. Dilanjutkan penyerahan hadiah kepada peserta yang bisa menjawab pertanyaan narasumber.
Sosialisasi dimulai sejak jam 08.00 pagi hingga ashar. Ibu-ibu peserta itu nyaris duduk seharian. Wajah mereka tampak jenuh bukan main. Itu sebabnya sebelum bubar panitia mempersilakan berkaraoke ria. (Yoyok Sudirman)














