Peringati Harlah NU ke-99, PC GP Ansor Anambas Bumikan Nilai Aswaja

  • Share

ANAMBAS – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Anambas menggelar acara perdana dalam rangka memperingati Harlah NU ke-99 sekaligus menyambut peringatan isra mi’raj nabi Muhammad SAW, Kamis (19/2).

Kegiatan dilaksanakan di Masjid Al-Hidayah Gudang Tengah Rintis Desa Tarempa Selatan Kecamatan Siantan, yang merupakan salah satu basisnya NU.

Kegiatan tersebut dihadiri warga masyarakat sekitar, pengurus masjid serta jajaran pengurus PC GP Ansor Anambas. 

Kegiatan diawali dengan pembacaan Yasin dan tahlil ba’da Magrib sampai dengan Isya, dilanjutkan kembali ba’da Isya  dengan pembacaan Maulid Simtudduror oleh para santri Khaira Ummah dibawah asuhan Kyai M. Naim yang juga selaku wakil ketua dua PC GP Ansor Anambas.

Dalam sambutannya, Ketua PC GP Ansor Saiful Anwar menyampaikan bahwa di Anambas sudah ada NU secara kultural, namun belum ada pergerakan secara organisasi. 

“Dengan terbentuknya GP Ansor di Anambas mudah-mudahan bisa menjadi awal pergerakan Nahdlatul Ulama di Anambas demi menegakkan Aqidah Ahlussunah Waljama’ah (Aswaja),” Ujar dia.

Ia juga berpesan kepada para santri yang hadir untuk tetap semangat dan optimis dalam menuntut ilmu di Pesantren karena mereka adalah penerus para Ulama di masa yang akan datang.

“Bangga rasanya berada didalam ibarat armada besar yakni organisasi NU. Sangat berkesan sekali setelah penampilan para santri membawakan pembacaan simtudduror, sholawatan dengan diiringi hadroh. Dzauk atau rasa itu hadir dalam sanubari. Ternayata tidak hanya di jawa saja dzauk atau rasa itu bisa hadir, akan tetapi ternyata ditanah anambaspun bisa, Alhamdulillah,” Pungkasnya.

Sementara itu, Kyai Ali Muhsin yang juga selaku wakil ketua satu PC GP Ansor Anambas menyampaikan dalam tausiahnya mengingatkan pentingnya rasa toleransi dalam sebuah kebhinekaan.

“Prinsip Jam’iyyah Nahdlatul Ulama yaitu Tawassuth yang artinya bersikap tengah-tengah, tidak selalu menyalahkan, Tawazzun yang artinya bersikap berimbang, dan Tasammuh yang artinya mengedepankan toleransi atas perbedaan,” pesan dia.

kegiatan diakhiri dengan doa dan ramah tamah dengan para hadirin sambil menyantap hidangan yang telah disediakan.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.