Peran Orang Tua Dalam Pola Pembelajaran Anak di Masa Pandemi Covid

  • Share

Peran Orang Tua Dalam Pola Asuh Anak Sebagai Pengganti Guru Sekolah Pada Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Masa Pandemi Covid Di Kota Tanjungpinang

Oleh Novilda, S.Pd.Ing

(Guru SMA Negeri 07 Tanjungpinang)

PENDAHULUAN

Pendidikan merupakan aspek yang terpenting pada kehidupan anak bangsa, secara jelas diketahui bersama bahwa dunia pendidikan seakan terhenti seketika dengan pandemi Covid-19. Apa lagi saat ini proses pendidikan masih mengalami rintangan yang berat karena adanya pandemi tersebut. Meskipun saat ini pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan Tatap Muka Terbatas, dikutip dari Warta Rakyat Tanjungpinang (05-10-2021) bahwa Rahma menyampaikan Tanjungpinang telah menerapkan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) tingkat PAUD, SD dan SMP. Guru dan orang tua harus saling kerjasama dan bersinergi, dalam mengawasi anak-anak siswa saat PTMT berlangsung, dan meminta harus saling sinergi dan komunikasi harus jalan. Karena anak-anak siswa ini tidak lama belajar di masa PTM ini. Hanya satu jam PTM nya, apabila sudah waktunya pulang maka, dijemput tepat waktu.

Berdasarkan kebijakan tersebut maka sistem pembelajaran virtual tidak sepenuhnya lagi tapi karena dengan ada penurunan level 2 di Kota Tanjungpinang maka pembelajaran tatap muka dilakukan secara ship yaitu anak didik datang ke sekolah disusun berdasarkan jadwal pertemuaan yang dibagi ke dalam dua ship. Dengan keadaan seperti ini maka sangat penting pola asuh orang tua menggantikan posisi guru di sekolah dengan tetap mendampingi anak belajar di rumah.

Tatap muka terbatas di sekolah ini dilakukan untuk tetap memberikan ruang bagi anak untuk belajar di sekolah namun tetap saja diawasi oleh guru dengan mematuhi protokol kesehatan yang ketat untuk mencegah penyebaran covid-19 di sekolah. Menurut Adityo, 2020 bahwa Covid-19 merupakan penyakit yang terbaru sehingga menjadi pandemi. Pada penyakit ini merupakan penyakit yang menular relatif sangat cepat sehingga memiliki mortalitas yang tidak bisa diabaikan, sebelum terdapat definitif. Permasalahan yang dirasakan oleh semua rakyat Indonesia menurut Mastoah dan MS, 2020 bahwa  selama masa Covid inilah yang mengharuskan kita untuk terus menerus berada di rumah saja, hal ini tentu akan menimbulkan rasa bosan dan stress para orang tua, terlebih anak. Oleh karena itu, orang tua harus mengerti bagaimana cara agar anak tidak bosan dan jenuh selama berada di rumah. Makanya  orang tua harus bisa menciptakan pola asuh yang tepat untuk anak agar tetap terjalinnya hubungan yang harmonis di masa-masa pandemi ini. 

        Pola asuh anak adalah suatu proses yang ditujukan untuk meningkatkan serta mendukung perkembangan fisik, emosional, sosial, finansial, dan intelektual seorang anak sejak bayi hingga dewasa. Hal ini menjadi tanggungjawab orang tua sebab orang tua merupakan guru pertama untuk anak dalam mempelajari banyak hal, baik secara akademik maupun kehidupan secara umum. Oleh sebab itu orang tua mempunyai tanggung jawab yang besar dalam mengantarkan anak-anaknya pada tingkat pendidikan yang lebih tinggi kedepannya. Bila dikaitkan dengan kebijakan pemerintah yang mengharuskan anak belajar di rumah, tentunya secara nyata permasalahan kembali dihadapkan pada  orang tua karena harus terlibat lebih banyak membimbing anak dengan memberikan asuhan yang tepat seperti menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, harmonis dan kasih sayang dalam keluarga.  Hal ini dilakukan agar  secara emosional hubungan  orang tua dengan anak lebih erat selama masa pandemi saat ini.

       Pada dasarnya peran orang tua  (ayah dan ibu) sangat penting sebagai pengganti guru sekolah pada masa pandemi dan lebih banyak terlibat mengawasi anak dalam belajar di rumah. Tetapi tidak sedikit orang tua yang mengeluh dalam membimbing anak mereka sebagai pengganti guru yang biasanya setiap pembelajaran langsung diajar guru, tetapi Kebijakan  belajar di rumah tentunya tidak hanya berdampak pada relasi guru dan murid selama belajar di rumah. Meskipun begitu peran guru sebagai fasilitator tetap bertanggungjawab memberikan pembelajaran dan berkomunikasi dengan para orang tua untuk memberitahukan tugas-tugas sekolah yang harus dikerjakan di rumah. Ternyata masih ada anak yang tidak bisa mengikutinya sehingga orang tua  harus benar-benar sabar dengan pola asuh yang tepat agar anak tidak merasa terpaksa dalam belajar. Dengan begitu pentingnya optimalisasi peran orang tua sebagai pengganti guru sekolah dalam membimbing pelaksanaan belajar di rumah, maka  dibutuhkan pola asuh yang tepat bagi anak dalam membimbing mereka selama proses belajar di masa pandemi saat ini.

Tujan Penulisan Artikel

        Adapun tujuan dari pembahasan artikel pendidikan ini adalah untuk mendeskripsikan  bagaimana pola asuh orang tua dalam berperan membimbing anak belajar sebagai pengganti guru sekolah masa pandemi di Kota Tanjungpinang.

Jenis Tipe Karakter Anak

        Anak merupakan sosok yang polos dan dimasa-masa sulit dalam belajar tentunya orang tua harus mengetahu tipe dari karakter anak terlebih dahulu sehingga orang tua dapat menyelami perasan mereka secara emosional. Ada beberapa tipe anak yang dapat kita jadikan sebagai rujukan, sebagaimana dijelaskan  dr. Mira Dewita (2021) bahwa karakter anak yaitu :

Pertama tipe sanguinis, yakni mereka yang cenderung aktif, optimis, dan riang. Kedua plegmatis, adalah mereka yang memiliki kepribadian cinta hidup damai.

Ketiga koleris, yakni orang yang berorientasi pada tujuan.

Keempat adalah melankolis, mereka yang sangat menyukai tradisi.

       Berdasarkan keempat tipe anak tersebut, penulis mengartikan bahwa orang tua tentunya harus bisa mendalami karakter anak secara pribadi sehingga tidak kesulitan untuk mengikuti perkembangan anak. Sebelum menentukan pola asuh yang akan dijadikan pilihan dalam mengawasi dan membimbing anak belajar di rumah, jadi karakter anak ini dapat dibentuk dari masa kecil oleh orang tua dengan menanamkan pola asuh yang baik termasuk sikap, etika, maupun sopan santun anak di rumah menjadi kajian yang paling penting ditanamkan orang tua secara dini sehingga akan tampil anak yang mandiri.

Peran Orang Tua dalam Pola Asuh Anak

        Kedekatan antara orang tua (Ayah dan Ibu) sangat penting dalam mengatasi permasalahan dalam belajar, apa lagi saat masa pandemi, otomatis orang tua harus mendampingii anak ketika belajar karena hal ini sangat penting bagi anak diantaranya membangun rasa kasih sayang sehingga hubungan anak semakin dekat dengan orang tua,  melatih anak untuk belajar mandiri dengan komunikasi yang terbuka berdiskusi tentang permasalahan yang dihadapi dalam belajar, dengan demikian sebagai orang tua akan mengetahui pola pikir anak.  Menurut Iftitah dan Anawaty (2020) bahwa peran penting orang tua dalam mendampingi anak belajar yaitu :

  1. Anak merasa tidak sendiri. Pendampingan yang dilakukan orang tua membuat anak akan merasa nyaman, akan membangkitkan rasa percaya diri anak. Anak merasa orang tua memperhatikan, melindungi dan memberikan kasih sayang.
  2. Tempat berdiskusi dan bertanya. Orang tua adalah tempat sosial pertama bagi anak. Peran orang tua di rumah juga dapat dijadikan teman diskusi. Anak akan lebih terbuka jika orang tuanya juga terbuka dan memberi waktu luang untuk berdiskusi
  3. Membantu mengenali diri sendiri. Mengenal diri sendiri bisa menjadi titik awal untuk menuju kebahagiaan dan kedamaian hidup. Anak membangun jati dirinya bersama orang terdekatnya yaitu peran orang tua untuk membentuk karakter dan sikap anak agar terbentuk pribadi yang baik.
  4. Melihat dan mengembangkan bakat anak. Orang tua harus dan mampu untuk menemukan bakat dan minat anak, sehingga anak diasuh dan dididik, baik langsung oleh orang tua atau melalui bantuan orang lain, seperti guru, sesuai dengan bakat dan minat anak sendiri, sehingga anak dapat memperoleh prestasi belajar secara lebih optimal.
  5. Menciptakan lingkungan yang kondusif untuk belajar. Orang tua harus dapat menciptakan lingkungan dan suasana belajar yang aman dan nyaman sehingga anak dapat belajar dengan baik, suasana belajar dibuat secara natural (alami) dalam pelaksanaan belajar jarak jauh guru dan Orang tua akan lebih aktif bekerja sama ketika mendampingi anak di rumah.

Peran Orang Tua dalam Pola Asuh Anak sebagai Pengganti Guru di Masa Pandemi

             Masa pandemi di Kota Tanjungpinang sudah memasuki Tingkat Level 2, artinya pemerintah telah memberikan izin Tatap Muka Terbatas meskipun masih bertahap anak masuk sekolah baik tingkat SD, SMP, dan SMA/sederajat dengan jam belajar dibagi dalam sesi (ship 1 dan ship 2). Namun demikian orang tua tetap saja harus ikut berperan sebagai pengganti guru sekolah untuk mengawasi belajar anak di rumah karena pembelajaran secara virtual masih tetap dilaksanakan sampai keadaan kondusif. Dijelaskan Winingsih (2020) selama pembelajaran virtual (jarak Jauh) ada empat peran orang tua sebagai pengganti guru sekolah dalam pola asuh anak belajar sebagai berikut :

  1. Orang tua memiliki peran sebagai guru di rumah, di mana orang tua dapat membimbing anaknya dalam belajar secara jarak jauh dari rumah.
  2. Orang tua sebagai fasilitator, yaitu orang tua sebagai sarana dan pra-sarana bagi anaknya dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh.
  3. Orang tua sebagai motivator, yaitu orang tua dapat memberikan semangat serta dukungan kepada anaknya dalam melaksanakan pembelajaran, sehingga anak memiliki semangat untuk belajar, serta memperoleh prestasi yang baik.
  4. Orang tua sebagai pengarah atau director.  Orang tua mempunyai peran untuk selalu membimbing anaknya agar dapat mencapai keberhasilan di masa yang akan datang. Orang tua juga berperan untuk mengarahkan anak sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki oleh masing-masing anak. Hal ini dikarenakan anaklmempunyai bakat yang berbeda-beda.

        Situasi pandemi covid ini menurut pengamatan penulis bahwa adanya nilai positif yang dapat dicermati yaitu dapat mengembalikan hakikat pendidikan anak dalam keluarga yang selama ini ada juga keluarga (ayah atau Ibu) yang bekerja sehingga sibuk. Untuk masalah pendidikan diserahkan kepada guru sepenuhnya. Bahkan anak yang sering ditinggal oleh orang tua karena sibuk bekerja, anak-anak tersebut diurus oleh nenek, atau keluarga membantu mendampingi anak belajar. Kemudian memanfaatkan ilmu teknologi juga menjadi salah satu faktor keberhasilan belajar yang harus dipersiapkan orang tua untuk menyikapi masalah pembelajaran virtual dengan cara ikut mengawasi mengerjakan materi serta tugas pelajaran melalui online.

KESIMPULAN

        Peran orang tua sangat utama dalam keberhasilan anak belajar, dari uraian pembahasan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa pola asuh anak yang tepat dilakukan orang tua menentukan kemandirian anak dalam menyelesaikan semua tugas yang diberikan sekolah. Adanya peran orang tua ayah dan ibu dalam pola asuh anak sangat dibutuhkan pada pelaksanaan pembelajaran saat ini karena orang tua merupakan pengganti guru di sekolah harus terlibat langsung mengawasi, mendampingi dan membimbing anak belajar baik secara virtual maupun dimasa pandemi ini tetap dituntut harus terlibat aktif men di ampingi anak di sekolah baik saat mengantar dan pulang tepat waktu. Di samping itu dengan pola asuh yang tepat antara lain  orang tua sebagai guru di rumah, sebagai fasilitator, sebagai motivator dan orang tua sebagai pengarah atau directer adalah merupakan solusi untuk mengatasi anak yang kesulitan dalam belajar, jenuh bahkan bosan mengikuti pembelajaran secara virtual. Namun dengan adanya peran orang tua sebagai pengganti guru sekolah merupakan cara untuk mengetahui perkembangan pendidikan anak saat ini. Dengan adanya pola asuh yang tepat dalamengawaai anak pada proses pembelajaran maka orang tua akan mengetahui bakat anak, kelemahan anak dalam belajar termasuk akan menciptakan hubungan yang erat dan menimbulkan rasa kasih sayang antara orang tua dan anak.

REFERENSI

          Adityo, d. (2020). Peran Orang Tua Dalam Membimbing Anak Selama Pembelajaran di rumah Sebagai Upaya Memutus Covid-19.

         Haerudin, Cahyani, dkk. 2020. Pembelajaran Di Rumah Sebagai Upaya Memutus Covid-19. Pembelajaran Di Rumah Sebagai Upaya Memutus Covid-19, May, 1–12.

https://herminaHospital.com.articel  dr. Mira Aswita. 2021. Pola Asuh Anak di Masa Pandemi Covid-19 (Akses, 7 Oktober 2021)

https://WartaRakyat.go.id. 2021. Penerapan PPKM di Kota Tanjungpinang Turun ke Level . 05-10-2021 (Akses, 10 Oktober 2021)

         Iftitah, S. I dan Anawaty, M. F. 2020.. Peran Orang Tua Dalam Mendampingi Anak Di Rumah Selama Pandemi Covid-19. JCE (JournalofChildhoodEducation), 4 (2), 71

Mastoah, I dan  MS, Z. 2020.  Kendala Orang Tua Dalam Mendampingi Anak Belajar Pada Masa Covid 19 Di Kota Serang. As-Sibyan: Jurnal Pendidikan Anak Usia

Dini, 5(2), 121–128.

            Rahayu, Puji dkk. (2021). Analisis Peran Orang Tua Sebagai Pengganti Guru Sekolah di Masa Pandemi Covid-19 Siswa SMP Negeri 1 Panai Tengah Kabupaten Labuhan batu (FKIP ULB, Indonesia) Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, volume 6. DOI: ISSN (Online) 2620-8326 (Akaes 2 Oktober 2021)

YosiFimala dkk. 2021. Peran Orang Tua Dan Guru Dalam Memotivasi Peserta Didik Sekolah Dasar Di Masa Pandemi. Vol 6, No 1 (2021)

 

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.