Keluhan Cabor Muaythai Terhadap KONI Bengkalis Kian Memanas

  • Share

Bengkalis, PuanKepri.com – Setelah belakangan ini Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bengkalis ramai menjadi gunjingan publik terkait persoalan hukum yang tengah mendera organisasi yang mewadahi dunia olahraga prestasi itu, lalu kini terungkap kembali adanya cerita lain yang juga masih dalam koridor kepemimpinan struktur aktif saat ini.

“Dari hasil diskusi ringan wartawan dengan salah satu perwakilan cabang olahraga (cabor) terungkap pernyataan hangat yang katanya ada ucapan menyebutkan kata-kata mundur dari ketua KONI kalau dana hibah untuk tahun 2021 cuma disetujui Rp 4 miliar oleh Pemerintah Daerah.

“Diakui pernyataan ini fakta, di dengar langsung ketua cabor beladiri Muaythai Ade Janu Harjayanto,” kata Ade kepada wartawan, Senin (31/5/2021).

Dijelaskan Ade, atau biasa disapa Coach Rambo, waktu itu kata Ade ia bersama rekan dari cabornya menjumpai ketua KONI Darma Firdaus Sitompul. pertemuannya siang hari dikantor KONI Bengkalis tepatnya diruangan ketua, kalau tidak salah pada 12 November 2020, pertemuan itu tujuannya masih dalam rangka membicarakan masalah kuota atlet dan itu pertemuan yang kedua,” sebut Ade.

Lanjut Ade, pada saat itu bisa dibilang kita berbincang panjang, terlebihnya memang kita kebanyakan mendengar keluhannya yang jelas beliau tidak nyaman dengan keputusan Pemda Bengkalis atas nominal anggaran untuk tahun 2021 itu, menurut ketua KONI dana segitu tidak wajar, apalagi menghadapi tiga momen besar seperti PON, Porkab dan Porprov serta lainnya beliau tadak sanggup, kata beliau ketika itu.

“Ini sayo, apa adanya dikonfrontir pun siap sambung Ade, singkat cerita dia mau mundur dan kita dengar langsung, tambah lagi memang sayo berdialok tatap muka dengan beliau, bukan dengar cerita sana-sini diwarung kopi. Bahkan lebih ekstrimnya, kata Ade, bukan cuma mau mundur tapi beliau juga melontarkan kalimat perang, sebutnya,” kalau macam ini aku mau perang ni bang,” dengan khasnya Ade  menirukan bahasa logat melayu.

Diyakinkan Ade, dengan mimik wajah yang serius, sayo berfikir kalimat perang yang dilontarkan ketua KONI pada waktu itu seolah ingin menunjukkan power, sebegitulah tidak puas hatinya beliau atas keputusan Pemerintah Bengkalis yang cuma meloloskan anggaran jauh dari harapannya.

“Kesannya kira-kira begitu dan seingat Ade lagi, kalimat mau mundur itu juga pernah didengar oleh ketua cabor lainnya, jadi bukan hanya dirinya,” jelas Ade.

Maksud Ade begini, sembari meneruskan, dunia olahraga prestasi itu kan dunia sportifitas, jadi kita semua yang terlibat di dalamnya mestilah menanamkan semangat itu jangan pula menghindari kenyataan, kalau sudah tidak sanggup ya mundur saja sportif hargai ucapan sendiri bukan berdalih-dalih dan itu jauh lebih terhormat, kalau kita asumsikan menurut ketua KONI uang segitu kecil makanya tidak sanggup.

Terakhir, tambahan kata Ade, memang selama ini KONI hanya bergantung penuh pada APBD tanpa bisa menciptakan terobosan peluang mandiri sebagai pendapatan tambahan, andai saja dana Rp 4 miliar itu dianggap kecil. Artinya, selama ini mereka hanya mampu untuk menghabiskan tanpa bersyukur dan terimakasih,” tutupnya.

Penulis : Rizal

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.